Sumba Barat Daya- (Matarajawali.id)- Roy Mukhlis petinju asal SBD-NTT meminta Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk memperhatikan nasib petinju yang pernah mengharumkan nama Bangsa Indonesia.
Roy juga menjelaskan perjalanan karirinya selama di ring boxing dan mengatakan sebagai mantan juara yang pernah mengharumkan Bangsa Indonesia dikanca internasional.
Iamenjelaskan sepanjang Perjalanan karinya, pernah menjuarai level Asia kelas ringan yunior versi PABA pada tanggal 27 April 2007 dengan mengalahkan petinju Thailand, Aree Posuwangym dengan angka 12 ronde distudio TVRI, Jakarta.
Dari itu gelar regional Asia- Pasifik Roy bertambah saat dirinya merengkuh gelar juara kelas ringan yunior versi WBO oriental dengan mengalahkan petinju asal Filipina, Fernando Otic dengan KO dironde ke-5 di Jakarta, 28 Desember 2007. Sekarang dirinya adalah juara 2 gelar Asia PABA WBO Oriental dan satu gelar Internasional WBC.
“Dari itu karirinya semakin melonjak dan ia pun mendapat kesempatan emas menantang juara dunia kelas bulu super versi WBA, Takashi Uchiyama di Saitama, Jepang 20 September. Namun Roy gagal dan harus menyerah TKO di ronde ke-5 dari sang juara”,ujarnya
Roy Mukhlis lahir di bikarara, 4 Oktober 1986 dengan nama asli Julius Bero, Desa Mali Iha-Kampung Bikarara, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Juga mengatakan dirinya bahwa saya merupakan anak yatim piatu dan putra sulung alm. Pasangan Bapak Yosep Mone Dawa dan Ibu Bela Dina Mahagheda. Cita-citanya ingin membahagiakan ke empat adiknya yang ada disumba namun belum tercapai. Saat ini dirinya di Kota Surabaya-Jawa Timur dan menjadi securiti disalah satu perusahaan,”ujarnya”
Awal karirnya diring tinju sejak tahun 2001 dan putus gelar juara dunia di kelas bulu super, versi WBA 20 September 2010 di Jepang. Dirinya mengatakan juga karena sekarang belum ada jadwal dan masih tunggu panggilan dari Koni Pusat, saya tetap melakukan latihan secara rutin “ujarnya”
Dari perjalanannya karirnya diring boxing, ia mengatakan bahwa saya pernah berkontribusi dan mengharumkan nama Bangsa Indonesia terlebih khusus tempat asal saya yaitu SBD-NTT.
Tetapi saya masih merasa bahwa kontribusi balik Pemerintah Pusat terhadap saya dalam hal ini Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) maupun Pemerintah tingkat Daerah SBD-NTT hingga saat seolah-olah sama sekali tidak ada perhatian khusus atau penghargaan terhadap saya,”tegasnya”.
Sehingga dirinya meminta media Matarajawali.id melalui via WhatsApp, Rabu, 18/08/2021, Pukul 14:00 Wita. Dalam interview oneline dengan media Matarajawali.id, dirinya mengatakan untuk membantu menyuarakan aspirasinya, agar pemerintah Pusat dan Daerah dapat mengambil langkah yang bijak tentang nasib saya,”imbuhnya”.
Sekali lagi saya sampaikan pesan ini kepada Pemerintah Pusat (Menpora) maupun Pemerintah Daerah khusus SBD-NTT, lewat suara saya ini Pemerintah boleh membuka mata atau menghubungi number phone/WhatsApp 0812-2700-1809, sehingga dari harapan saya boleh ada realisasi,”tegasnya”.
Penulis: “Rovyn Tenge”







