Yakoba Lero: Saya Meminta Maaf Kepada Polres SBD Atas Tindakan Serta Memicu Polemik di Medsos

Foto: Yakoba Lero: Saya Meminta Maaf Kepada Polres SBD Atas Tindakan Serta Memicu Polemik di Medsos. (Rt)

Tambolaka ( matarajawali.id)- Yakoba Lero alias YL setelah berhasil dipulangkan dari Polda NTT Kupang oleh Polres SBD terkait kasus penipuan bantuan rumah layak huni. YL meminta maaf atas tindakannya selama ini.

Yakoba Lero menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui video yang berdurasi 28 detik di Ruangan Unit Reskrim Polres SBD, Senin (5/9/2022).

Yakoba Lero, meminta maaf kepada institusi Polri, terlebih khususnya Unit Reskrim Polres SBD atas sikap dan tindakan tercelanya selama ini di media sosial.

“Sekali lagi, saya mohon untuk dimaafkan, dengan tutur kalimatnya yang halus dan sopan.

Dalam video itu, YL tampak jelas mengenakan baju banteng moncong putih berlogo PDIP.

Tampaknya YL sangat merasa bersalah kepada masyarakat NTT, terlebih khususnya di SBD, atas aksinya yang menantangnya selama ini, dan bahkan sampai viral di media sosial.

Diketahui, sebelumnya lima orang relawannya diamankan oleh Tim Polres SBD di Desa Delo, Kecamatan Wewewa Barat, Senin (29/8/2022) pekan lalu.

Kemudian diperiksa, setelah itu gelar perkara dan ditetapkan sebagai tersangka. Keesokan harinya juga, Yakoba Lero ditetapkan sebagai tersangka.

Namun ketika penangkapan sampai dirinya juga ditetapkan sebagai tersangka, YL sedang berada di luar Sumba.

Pantau media ini, beredar video di media sosial terkait percakapan Yakoba Lero dengan kasat reskrim Polres SBD melalui via whatsApp.

Dalam percakapan itu, Yakoba Lero meminta semua Tim Gabungan Polres SBD dan Kader PDIP SBD untuk mengisi dan menandatangani buku tamu yang disediakan.

Lanjut, YL mengatakan dengan nada kasar, kami bukan relawan abal-abalan, melainkan relawan partai PDIP Pusat yang dibentuk oleh Megawati Soekarno Putri.

Jadi saya tidak akan menghindar dari persoalan itu. Namun YL hanya berkoar lewat video call dalam ladenin pihak Polres dan kader PDIP DPC SBD.

Percakapan itu pun tak henti disitu, namun kembali dan ramai diperbincangkan dimedia sosial Facebook dan Grup WhatsApp oleh warganet terkait dirinya yang mengaku sebagai Koordinator Relawan PDIP Pusat

Hal itupun mendatangkan berbagai versi komentar yang mengkritisi dirinya. Ia pun terus aktif dan setia ladenin setiap komentar warganet.

Adapun salah satu tulisan komentarnya di Gurp Bateman Desa SBD menggunakan voice note. “Terekam jelas, hanya orang pengecut yang melaporkan saya dan hanya polisi bayaran yang mau menangkap YL.

Jurnalis~”Rovyn Tenge”