Hati-Hati Penipuan Modus Berikan Bantuan

Foto: Warga yang tertipu Dengan modus bantuan. (Ist)

Kodi Utara (matarajawali.id)-Bermula dari seorang yang tidak dikenal dan menelpon melalui telepon selulernya (nomor baru) kepada korban dan menanyakan identitas korban, alamat dan mengatakan anda adalah penerima program BSPP sebesar Rp.10,000,000, namun time limitnya batas 2 jam mulai dari sekarang.

Insiden ini pada hari Senin tanggal 11 Oktober 2021 sekitar pukul 13.30 WITA. Nama korban, Paulina Pati Kaka, Desa Homba Karipit, kampung Tana Kadumuk, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Prov. Nusa Tenggara Timur.

Menurut korban Paulina Pati Kaka,
bertanya ini nama siapa dan darimana, sebab ini nomor baru (melalui telepon seluler).

“Mafia itu menjawab, saya Pak Husen dari Jakarta, Kantor Pos. Dan berkata ibu sebagai penerima program BSPP sebesar Rp. 10,000,000 dari Jakarta, Kantor Pos saya diminta menyiapkan Foto copy Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan Materai Rp.10,000,” bebernya

Setelah itu, jika sudah habis foto copy simpan diRumah. Tetapi sebelum uang itu dicairkan, meminta korban harus mentransfer uang surat ijin keluar masuk mengingat ini musim pandemi covid-19 sebesar Rp.250,000, setelah itu korban transfer uang yang ia minta dengan mengirim bukti slip transfer melalui WhatsApp.

Lanjut, Pak Husen meminta uang administrasi sebesar Rp.1250,000 untuk mencairkan dana BSPP senilai Rp. 10,000,000.

” Jika uang yang saya minta itu sudah dikirim, baru saya cairkan dan mengantar langsung ke rumah korban sesuai alamat. Uang administrasi itu dalam waktu 2 jam mulai dari sekarang tidak di transfer, maka dana BSPP akan hangus,”kata korban menirukan Husen

Tunggu 2 jam cek telepon, uang akan dicairkan dan akan diantara langsung sesuai alamat akan membantu dana sebesar Rp. 500,000 kata dia kepada korban.

Dari itu, ibu korban merasa keberatan untuk mengirim uang yang dimintanya, karena tidak jelas asal-usul daripada uang itu dan mendatangi media ini untuk mempertanyakan kejelasan.

Setelah media ini mengkonfirmasi ke pihak Kantor Pos di Jakarta, kepada Husen untuk mempertanyakan kejelasan terkait dana tersebut, akhirnya tidak memberi jawaban, hanya kalimat berbelit-belit dan langsung matikan handphonenya dan memblokir nomor.

Dari insiden ini korban menghimbau kepada seluruh masyarakat, jika ada nomor yang menelpon dan mengatakan hal yang sama seperti yang dialami ataupun berbeda, mohon untuk diteliti baik-baik, karena jaman sekarang banyak modus penipuan baik melalui oneline maupun telepon seluler.

Jurnalis~”Rovyn Tenge”

BAGIKAN