Berjalan Sudah 4 Tahun, SMA Plus Langkat di Kabupaten Langkat tak Kunjung Rampung

Foto: Berjalan sudah 4 Tahun, SMA Plus Langkat di Kabupaten langkat tak kunjung rampung.(esa)

Matarajawali.id LANGKAT –Pembangunan SMA Plus Langkat di Kelurahan Kampung Lama, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatra utara sudah berjala 4 tahun belum rampung dan belum bisa digunakan sebagai tempat belajar mengajar.

Tidak rampungnya waktu pengerjaan dari target yang dicanangkan tahun 2022 itu menjadi buah bibir masyarakat Kabupaten Langkat, ada apa dengan proyek SMA Plus Langkat, padahal Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) melalui Dinas Pendidikan, sudah mengeluarkan biaya mencapai Rp 20 miliar lebih untuk biaya pembangunan yang dimulai sejak Juni 2020.

“Tiga (3) tahun pembangunan tidak siap, tahun 2024 ini masuk tahun ke-4, mengapa pekerjaan belum juga rampung,ada apa ini, padahal pemerintah sudah menargetkan akhir tahun 2022 sudah siap dan tahun 2023 sudah bisa menerima siswa baru, tapi faktanya sampai saat ini belum siap,” ucap Jali (52) salah seorang warga kampung lama kepada awak media.senin (29/12024).

Lebih lanjut Jali mengatakan, selain waktu pengerjaan yang molor, banyak ditemukan kerusakan dan retakan bangunan SMA Plus Langkat yang baru selesai dikerjakan.

“Kita lihat banyak bagian yang rusak dan retak-retak, kontraktornya juga berganti-ganti, jadi kita tidak tau siapa pemegang proyek ini, kabar yang kita dengar masalah ini sudah masuk keranah hukum dan sudah ada yang diperiksa, tapi kita tidak tau siapa oknumnya,” kata Jali.

Sementara itu, Kacabdis Pendidikan Wilayah II H Syaiful Bahri,S.Sos.MSP, ketika akan di konfirmasi terkait masalah ini, Senin (29/01/2023) di kantornya Stabat tidak berada di tempat.

Bob salah seorang staf Cabdis Wilayah II saat ditemui mengatakan,”Pak Kacabdis lagi di Medan kantor Gubernur, ada rapat, biasanya Pak Kacabdis ada, tapi hari ini tidak masuk karena rapat di Kantor Gubernur,” ucapnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Langkat Dr.Donny Setha,ST.SH.MH, saat ditemui diruang kerjanya kantor DPRD Langkat. Selasa (30/01/2024) menanggapi persoalan ini,oleh awak media Matarajawali.id mengatakan persoalan ini sudah lams kita denga,dan masyarakst menantikan ini.

“Ini sudah menjadi pembicaraan hangat di tengah masyarakat, untuk itu kita akan segera panggil pihak yang berkompeten terkait masalah ini, kalau proyek tidak tepat waktu berarti ada masalah dalam perencanaan atau ada yang tidak sesuai dengan RAB sehingga pekerjaan terkendala, apalagi kontraktor pelaksananya berganti-ganti, inikan harus dipertanyakan, target 2022 selesai namun molor hingga 2024 inipun belum tau juga rampung atau tidak,” Ada indikasi penyalahgunaan anggaran, karena proyek tidak tepat pada rencana sudah pasti anggaran banyak keluar, untuk itu kita akan panggil semua pihak terutama instansi hukum,” ucap Donny Setha menambahkan.

Dari pantauan media Matarajawali.id di lokasi pembangunan tidak di benarkan masuk ke lokasi bahkan baik pekerja maupun orang yang berada di lokasi tutup.mulut kalau di pertanyakan siapa pelaksana pekerjaan saat ini.sementara ada aktifitas pekerjaan di lokasi tersebut.(esa).

BAGIKAN