Promosi Bacaleg Disela-sela Ceramah, Ketua PHBI Bantah Kampanye Terselubung

Foto: Promosi Bacaleg Disela-sela Ceramah, Ketua PHBI Bantah Kampanye Terselubung. (Willy)

Lampung Tengah (matarajawali.id) – Sebuah acara pengajian akbar di sebuah tempat ibadah, diwarnai dengan promosi seorang Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg), disela-sela ceramah. PHBI sebagai penyelenggara, bersikukuh itu bukan kampanye terselubung dan yang terjadi diluar kendalinya.

Sebagaimana yang tertulis dalam undangan berkop Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kampung Simpang Agung, PHBI mengundang sejumlah warga setempat untuk menghadiri acara pengajian akbar yang diselenggarakan pada hari Minggu malam Senin, Tanggal 6 Agustus 2023.

Dalam surat undangan acara pengajian itu, ditandatangani oleh Siamun selaku Ketua Panitia, Dedi Arianto selaku Sekretaris, dan Ketua PHBI Kecamatan Seputih Agung Sukaryadi. Diketahui Sukaryadi merupakan Guru PNS yang berdinas di salah satu SMP Negeri di Kecamatan Seputih Agung.

Diungkapkan oleh salah seorang tamu undangan dalam acara pengajian akbar tersebut, akhir pekan lalu dia mendapatkan undangan dari Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Kampung Simpang Agung, untuk menghadiri acara pengajian akbar pada hari Minggu 6 Agustus 2023.

Acara itu dilaksanakan di Mushola Darul Iman, Dusun III, Kampung Simpang Agung, Kecamatan Seputih Agung, dengan menghadirkan penceramah Kiyai Syahrir Munir.

Diperkirakan ada seratusan orang lebih tamu undangan yang hadir, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, dan Kepala Kampung Simpang Agung Pramono.

Ketika tiba waktu penceramah naik ke panggung, terselip kalimat dari penceramah yang mensosialisasikan seorang Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) DPRD Kabupaten Lampung Tengah.

“Kiyai Syahrir Munir itu beberapa kali ditengah ceramah mengatakan kepada yang hadir, bahwa Bapak “U” adalah calon anggota dewan,” ujar salah seorang warga Simpang Agung yang hadir dalam acara pengajian akbar tersebut.

Menurut warga itu, dia menduga acara keagamaan ditunggangi kampanye terselubung untuk mensosialisasikan salah satu Bacaleg tertentu. Terlebih lagi sosialisasi Bacaleg dilakukan di tempat ibadah yang jelas dilarang untuk kampanye.

“Ketua PHBI bisa saja membantah kalau itu diluar kendalinya. Tapi sebagai pihak penyelenggara acara, dia harus bertanggungjawab atas apa yang telah terjadi,” tandasnya, Rabu (9/8/2023).

Sementara itu, Kepala Kampung Simpang Agung, Pramono yang juga hadir dalam acara pengajian akbar mengklarifikasi dugaan kampanye terselubung dalam acara itu. Ditemui di Kantor Kepala Kampung Simpang Agung, Pramono menjelaskan, dirinya sangat senang dengan adanya acara pengajian akbar di wilayah kampungnya.

Tentang adanya dugaan kampanye terselubung yang disebut warga, Pramono menjelaskan, bahwa kiyai Syahrir Munir di akhir ceramah mengatakan bahwa dia bukan berkampanye.

“Kalau kampanye itu begini, besok pilih ini, jangan pilih yang lain, itu kalau kampanye,” ujar Pramono menirukan ucapan penceramah kiyai Syahrir Munir.

Ditanya apakah ada kalimat Kiyai Syahrir Munir ditengah-tengah ceramah yang mempromosikan salah satu Bacaleg? Pramono mengakui ada kalimat tersebut. Dia menambahkan, di akhir ceramah ada kalimat Kiyai Syahrir Munir yang menjelaskan kepada hadirin bahwa dia bukan berkampanye.

“Waktu udah mau selesai (ceramah), dia bilang, ini bukan kampanye, kalau kampanye pilih pak “U”, yang lain jangan. Itu terakhir,” kata Pramono, menirukan kembali apa yang diucapkan penceramah Kiyai Syahrir Munir pada malam itu.

Ditempat terpisah, Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kampung Simpang Agung, Sukaryadi, S.Pd, dikonfirmasi apakah benar dalam acara pengajian akbar 6 Agustus 2023, ada ceramah yang mensosialisasikan seorang Bacaleg, dia memberikan jawaban blunder.

Dituturkan Sukaryadi, kalau itu sebetulnya diawal itu penceramah sudah saya sampaikan, kalau masalah ini kan kaitannya dengan politik. Itu tidak boleh kesana, karena kaitannya dengan moment-moment yang tidak baik. Karena belum waktunya juga kampanye.

“Sebetulnya kalau isi yang disampaikan enggak mengarah langsung kesana sebetulnya. Hanya menyampaikan… Tapi sebetulnya sudah saya ingatkan penceramahnya, nanti disini ada calon anggota, warga kita yang mencalokan anggota DPRD, namanya pak Umar, enggak ada kata-kata (dari penceramah) silahkan nanti coblos dia,” ujarnya.

Ditanya seperti apa kata-kata Kiyai Syahrir Munir dalam ceramah? Dia menjawab, kalau intinya seperti itu saja, kan disela-sela ceramah, cuma ngomong gitu aja kok.

“Ditempat kita ini ada calon anggota namanya pak umar, dia mencalokan anggota DPRD. Tidak ada kata-kata silahkan dukung dia, coblos dia, tidak ada, hanya memperkenalkan,” jelasnya.

Ketika ditegaskan kembali, sebelum ceramah dimulai apakah dia menceritakan kepada penceramah bahwa ada calon anggota legislatif yang hadir diacara malam itu? Sukaryadi buru-buru menyanggah, dan memberikan keterangan yang berbeda dengan sebelumnya.

“Engga, saya gak mengenalkan begitu. Pak saya pesan, ini kan moment-moment politik, kalau ceramah isinya menyampaikan masalah nasehat dan sebagainya, tidak usah ada kaitannya dengan politik,” ujar Sukaryadi.

Sukaryadi bersikukuh, ceramah Kiyai Syahrir Munir yang mengarah ke Politik diluar kendali dirinya. Dan berdalih, dirinya hanya penyelenggara lomba-lomba MTQ yang digelar di pagi hingga sore harinya. (Willy Dirgantara)

BAGIKAN