Mendukung Program Energi Terbarukan, Gunungkidul Implementasikan LPJU Tenaga Surya

Foto: Mendukung Program Energi Terbarukan, Gunungkidul Implementasikan LPJU Tenaga Surya. (Bachtiar)

JOGJA (matarajawali.id) — Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gunungkidul telah mendapatkan bantuan 135 unit Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) tenaga surya dari Kementerian ESDM. Dengan penambahan fasilitas (LPJU tenaga surya ini, diharapkan jalanan di Bumi Handayani ini bisa semakin terang dan memberikan kenyamanan bagi pengendara, terutama saat melintasinya di malam hari.

Sahid Junaidi, Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM pada Rabu (19/7/2023), mengatakan pembangunan fasilitas LPJU tenaga surya merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya. Untuk wilayah DIY sendiri ada 335 titik yang dipasang fasilitas ini.

“Khusus untuk Gunungkidul ada 135 unit LPJU tenaga surya yang bakal terpasang tahun ini,” terang Sahid

Sahid juga menjelaskan pemasangan fasilitas ini akan memberikan banyak manfaat. Selain sebagai upaya penerangan jalan umum, juga memberikan keuntungan dikarenakan pemkab bisa lebih berhemat, sebab bisa mengurangi beban biaya listrik setiap bulannya. Berdasarkan penelusuran matarajawali.id, pemkab Gunungkidul harus membayar tagihan listrik untuk setiap bulannya sekitar Rp960 juta, tentunya jumlah yang tidak sedikit.

“Dengan tenaga surya, maka tidak memerlukan biaya untuk membayar biaya listrik sehingga alokasi dananya bisa dipergunakan dalam program lainnya,” lanjut Sahid

Heri Susanto, Wakil Bupati Gunungkidul, juga mengungkapkan hal yang tak jauh berbeda, bantuan fasilitas LPJU tenaga surya bisa menerangi jalan-jalan di Gunungkidul, terlebih lagi dengan kondisi wilayah terluas di DIY. Dengan program pemasangan LPJU bisa terus dijalankan. Sejumlah objek penting seperti jalur maupun kawasan wisata bisa dipasang fasilitas ini.

“Saat jalan lebih terang, tentunya risiko kecelakaan dapat dikurangi dan dengan pemasangan ini dapat dirasakan manfaat yang luar biasa bagi warga maupun pengunjung wisata,” ujar Heri. (Bachtiar)

BAGIKAN