BPBD Gunungkidul Prioritaskan Perbaikan Early Warning System yang Rusak

Foto: BPBD Gunungkidul Prioritaskan Perbaikan Early Warning System yang Rusak. (Bachtiar)

JOGJA (matarajawali.id) – Purwono, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, pada hari Senin (17/07/2023) mengatakan total ada 7 alat Early Warning System (EWS) Tsunami yang telah terpasang di lepas pantai selatan, namun yang benar-benar berfungsi hanya ada 3 unit saja, sementara 4 lainnya mengalami kerusakan.

“Namun yang masih berfungsi hanya 3 unit, 4 unit lainnya mengalami kerusakan. 4 EWS rusak ini berada di Pantai Wediombo, Krakal, Gesing, dan 1 dari 2 unit di Baron. Sedangkan 1 unit di Baron masih aktif, bersama EWS di Pantai Sadeng dan Sepanjang,” kata Purwono

Menurut Purwono, keberadaan EWS terbilang sangat vital, selain berfungsi untuk memonitor potensi gempa di laut selatan serta potensi kemunculan gelombang tinggi hingga tsunami. EWS ini juga sangat berguna dalam meminimalisir dampak bencana tsunami

“Informasi dari EWS diterima Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lalu diteruskan ke kabupaten/kota yang wilayahnya rawan. Sehingga warga pesisir dengan cepat bisa mendapatkan peringatan dini adanya tsunami,” papar Purwono
.
Itu sebabnya, usulan perbaikan EWS yang rusak pun segera diajukan BPBD Gunungkidul. BMKG sendiri pun juga disebut akan menambah EWS di Pantai Gesing dan Pantai Baron pada 2024 mendatang.

“Usulan untuk perbaikan EWS yang rusak tersebut sudah kami sampaikan,” lanjut Purwono singkat. (Bachtiar)

BAGIKAN