Langkat (matarajawali.id)- Terkait masalah belasan siswa dari sekolah SMK YPT Pangkalan Brandan yang diamankan Polsek Pangkalan Susu dan penemuan senjata tajam karna di duga mau melakukan aksi tahuran di wilayah Pangkalan Susu Kabupaten Langkat. Provinsi Sumatera Utara beberapa waktu lalu masih menjadi Sorotan publik.
Karena jelas-jelas menjadikan citra buruk dunia pendidikan di Kabupaten Langkat khusunya sekolah SMK YPT Pangkalan Brandan di bawah pimpinan kepala sekolah Hasan Ansari.
Apalagi pemberitaan sebelumnya seorang warga R .Munthe yang juga selaku mantan pelajar di sekolah SMK YPT Pangkalan Brandan tamatan tahun 1995 itu menjelaskan terkait kelakuan pelajar Siswa/Pelajar SMK YPT Pangkalan Brandan yang terlibat lakukan aksi tawuran yang menduga kurangnya kedisiplinan pihak sekolah khususnya dari kepala sekolah untuk mengawasi pelajarnya atau anak Didiknya yang dapat merusak nama baik dunia pendidikan di Kabupaten Langkat
Karna pada waktu jam belajar bisa pula siswanya berbondong -bondong pergi ke wilayah Pangkalan Susu yang jauhnya menempuh waktu perjalanan sekitar 1 jam setengah ke Pangkalan Susu, berarti kepala sekolahnya kurang mampu untuk mengawasi atau tidak ada perhatian kepada anak didiknya.
“Jika kepala sekolahnya tidak mampu melakukan pengawasan terhadap anak didiknya dengan baik maka saya berharap pimpinan Yayasan SMK YPT Pangkalan Brandan untuk mencopot kepala sekolah tersebut,” katanya sabtu (5/11/2022)lalu
Hal tersebut telah menjadi perhatikan warga Langkat khususnya para wali murid sekolah YPT Pangkalan Brandan.
Sedangkan kepala sekolah Hasan Anshari ketika dikonfermasi wartawan media ini tentang tanggapannya mengenai permasalahan belasan anak didiknya yang sempat menjadi sorotan akhirnya memberikan informasi.
Rabu (9/11/2022)
Beliau mengatakan
“sudah dibuat Perdamaian oleh Pihak Polsek P.Susu di proses lebih lanjut. Kami dari Sekolah telah memanggil Orang tua siswa diberikan Pembinaan, Pengarahan serta sanksi dengan Pernyataan ditandatangani oleh siswa, Orang tua siswa, wali kelas, bidang Kesiswaan”. Ujarnya
“Kepala sekolah telah mengadakan Pertemuan serta Koordinasi dan kesepakan guna Tidak Terjadi kembali dan para Siswa jg telah diberikan Sanksi Pembinaan melibatkan Orang tua siswa dan Tolak ukurnya kami berikan dalam waktu yg ditentukan oleh Keinginan Ortunya dan Sekolah.(Rtar)







