Langkat (matarajawali.id)- Hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan banyak pohon Mahoni tumbang di lingkungan perkantoran Pemerintah Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara pada hari Rabu (19/10/2022) lalu. Dimanfaatkan oknum-oknum nakal jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengambil keutungan dengan menjual kayu glondongan tersebut. Selasa (8/11/2022)
Selain terlihat banyak pohon yang tumbang, jajaran DLH Langkat diduga dengan sengaja menumbangkan hampir belasan batang pohon mahoni besar diarea kantor Dinas Pendidikan Langkat. Anehnya, kayu potonga ukuran besar raib dan tidak ada dilokasi, tidak pula dibawa ke gudang Dinas Lingkungan Hidup untuk disimpan sebagai aset Pemkab Langkat yang diduga telah dijual ke produsen pihak kedua.
Dari desas desus yang beredar kayu tersebut menuai masalah walaupun letaknya jauh dari pantauan akhirnya hingga kini potongan kayu-kayu yang awalnya berasal dari pohon tumbang diterpa angin disepanjang jalan tidak berani lagi untuk digelaplan.
Terkait dugaan tersebut PLt kepala Dinas Lingkungan hidup langkat Ngaturken dikonfermasi wartawan media ini mengatakan, tidak mengetahui jika pohon-pohon yang dimaksud karna sebagai penanggung jawab pelaksana lapangan adalah kabid Reza dan mengarahkan bisa dihubungi kekabid tersebut.
Ditempat yang berbeda Kabid Dinas Lingkungan Hidup Reza saat dikonfermasi mengatakan tidak mengetahui dan ada melakukan penebangan pohon di dekat kantor Dinas pendidikan Langkat.
“Tangkap aja kalau anggota saya yang melakukan”, singkatnya
Dijelaskan Reza lagi jika pihaknya lagi fokus memotong kayu tumbang
di sepanjang jalan kantor Bupati atau jalur hijau dan tidak pernah menjual kayu karna barang sisa potongan diletakkan di samping pohon yang di tumbang.
Ditempat Terpisah Suwandi yang menjabat ketua bidang Lembaga Pemantau Independent Tindak Pidana Korupsi (LPI-TIPOKOR) mengatakan jika persoalan pohon mahoni yang terletak di belakang kantor dinas pendidikan menjadi tanda tanya dan harus diusut.
Karna sangat aneh dan menggelikan pohon yang jumlahnya hampir belasan raib tanpa ada balok glondongan besar dilokasi kecuali tinggal tunggul namun tidak ada yang mengetahuinya padahal masih dilokasi lingkungan pemkab langkat dan menjadi tangung jawab dinas lingkungan hidup.
Aparat Penegak Hukum diharapkan segera melakukan penyidikan karna permasalahan ini jelas-jelas mencoreng banyak instansi jajaran yang letaknya tidak jauh dari lokasi kayu tersebut. Ujarnya menutup (Rtar)







