Langkat (Matarajawali.id)--Untuk melancarkan pelaksanaan fungsi pelayanan kesehatan masyarakat, pemerintah Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara mendirikan puskesmas pembantu (Pustu) disetiap Desa.
Sayangnya, pemanfaatan Pustu sendiri di beberapa Desa belum maksimal karna para petugas kesehatan yang bertugas di Pustu lebih sering meninggalkan tanggung jawabnya.
Dari informasi yang berhasil di himpun wartawan jika di Desa Belinteng Kecamatan Sei Bingai terdapat dua bangunan Pustu, yakni Pustu di Dusun Sanggapura dan Pustu di Dusun Proyek yang menjadi sorotan.
Hal tersebut Terkait Pustu Sanggapura yang dinilai hanya bangunan sia-sia karna diduga tidak ada petugas kesehatan yang aktif yang ditempatkan di Pustu tersebut untuk melaksanakan aktivitas setiap harinya dan di dusun proyek terdapat pula Pustu yang hanya sekali-sekali buka dan menjadi keluhan masyarakat karena kesulitan untuk berobat saat ada yang sakit.
Selasa, (1/11/2022)
Didugajika para petugas kesehatan yang bertugas di Pustu lebih mengutamakan kepentingan pribadi dengan lalai dari tanggung jawabnya bertugas di pustu padahal sudah mendapatkan gaji dari pemerintah.
Bahkan diduga pula karena memang mendapat ijin dari petinggi Puskemas Namukur dengan tidak mengecek kinerja bawahannya langsung ke Pustu sehingga beliau tidak mengetahui ada oknum petugas kesehatan dijajarannya yang lalai dari tangung jawab.
Kepala Puskesmas Namukur Dr Rawi saat konfemasi Via whatsapp +62 813-6176-XXXX menjelaskan jika Pustu sanggapura dan Pustu proyek Desa Belinteng selama ini berjalan seperti biasa dan tidak bersedia menjelaskan lebih lanjut dengan mengatakan “nanti saya cek dulu”. Ujarnya mengakhiri
(Rtar)







