Metro (matarajawali.id)- Pemerintah Kota Metro mengaku tengah mencari solusi terkait permasalahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Karangrejo, Metro Utara. Pasalnya, lokasi TPA Karangrejo menjadi point besar dalam penilaian Adipura. (31/08/2022)
“Iya, lokasi TPA yang mendapat point besar dalam penilaian. Tapi kita akan cari solusi bagaimana mengatasinya,” terang Asisten II Setda Kota Metro, Yeri Ehwan,
Menurutnya, dalam minggu ini pihaknya akan menggelar rapat bersama membahas rencana penilaian tersebut. Termasuk membahas apa saja yang masih perlu dilakukan perbaikan-perbaikan.
“Minggu ini kita akan rapat. Rencana Rabu bahas bersama tim besar bagaimana mencari solusinya,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro, Irianto Marhasan menjelaskan, dalam persiapan penilaian Adipura tersebut ada beberapa katagori yang disiapkan. Diantaranya kebersihan lingkungan, TPA, ruang terbuka hijau, bank sampah, jalan,l drainase, pasar, terminal, dan katagori penilaian lomba lainnya.
“Untuk saat ini kita sedang fokus masalah TPA Karangrejo. Kita sedang mempersiapkan lokasi baru TPA Karangrejo. Persiapan dilakukan dengan pembuatan Analisis Masalah Dampak Lingkungan (AMDAL) oleh Dinas PUTR di lokasi TPA baru,” paparnya.
Diakuinya, untuk lokasi TPA baru tersebut berada bersebelahan dengan lokasi lama. Luasnya mencapai 7,3 hektar dengan tempat pembuangan seluas 2,1 hektar. Sedangkan untuk lokasi lama memiliki luas 7,6 hektar dengan 2,7 hektar tempat pembuangan.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan, untuk mengatasi persoalan sampah DLH telah menyiapkan sebanyak 23 mobil sampah dengan 2 diantaranya mobil milik swasta 2. Kemudian bentor di DLH memiliki sebanyak 14 unit.
“Jumlah bentor milik swasta ada
dan kotaku ada 6 bentor. Kemudian untuk mengangkut sampah kita juga dibantu dengan 4 sokli. Masing-masing Rp ditempatkan di Kelurahan Hadimulyo Barat, Hadimulyo Timur, Kelurahan Metro dan Kelurahan Ganjarasri,” paparnya.
Diakuinya, lokasi baru TPA disiapkan mengingat tingginya kapasitas sampah yang diangkut dalam seharinya. Yakni mencapai 220 kubik. Sehingga TPA saat ini tidak mampu menampung sampah.
“Karena lokasi TPA lama tidak mampu menampung sampah, pemkot telah menyiapkan lokasi baru yang berada di sebelah lokasi lama. Saat ini masih dalam tahap persiapan pemindahan,” tukasnya (ars)







