Tanpa Papan Nama, LP3-SU Duga Proyek Asal Jadi

Foto: Tanpa Papan Nama, LP3-SU Duga Proyek Asal Jadi. (Rtr)

Langkat (matarajawali.id)- Sarana jalan merupakan Kunci terselenggaranya transportasi yang dapat menjadi Lokomotif pergerakan Perekonomian sebuah Daerah apabila pengerjaanya sesuai dengan harapan dan ketentuan standar konstruksi serta Rancangan anggaran Biaya(RAB) agar dapat menghasilkan pembangunan dengan kwalitas yang memenuhi standar.

Sangat berbeda dengan Proyek Peningkatan Sarana Jalan Hotmix yang sedang dilaksanakan di jalan penghubung Desa Namukur Utara – Namoterasi, Kecamatan Sei. Bingai, Kabupaten Langkat. Provinsi Sumatera Utara. Minggu (28/8/2022).

Pasalnya banyak warga yang mengeluh dan merasa kecewa dengan pekerjaan yang dilakukan terkesan asal jadi dan tak memenuhi standar yang layak untuk sebuah jalan Hotmix.

Kejanggalan mulai terlihat, dari tidak adanya papan nama proyek yang menyebutkan Perusahaan dan sumber pembiayaan yang semuanya terkesan di sembunyikan alias tak bertuan dalam pengerjaanya.

Parahnya lagi, pekerjaan tersebut sangat tidak memenuhi standar kwalitas untuk jenis jalan Hotmik, yang mulai jelas terlihat dari ketebalan lapisan yang sangat tipis hingga badan jalan tidak ada kwalitas agar dapat meraup keuntungan yang sebesar-besarnya dari proyek tersebut tanpa memperhatikan kwalitas pekerjaanya.

Seperti di ungkapkan seorang warga setempat yang enggan di sebutkan namanya ”Pekerjaan Jalan ini sangat buruk dan tipis sekali lapisanya bahkan tidak ada badan jalannya, kami mau protes dan menanyakanya, tapi ke mana, yang kerja cuma tukang sama kenek aja, mandor proyeknya nggak ada, apa lagi perusahaanya, papan nama proyeknya aja tidak tampak, seperti di tutup-tutupi kesanya” kami sangat kecewa dan ini merugikan” kami sebagai warga masyarakat juga punya hak untuk tau,..” Ujarnya

Hal sama di katakan warga lainnya yang sering melintas di jalan tersebut kepada wartawan menjelaskan, jika pemerintah pastinya sudah menganggarkan dana untuk pengerjaan seperti ini pasti lebih dari cukup.

” Pemerintah pastinya sudah menganggarkan dana untuk pengerjaan seperti ini pasti lebih dari cukup, jadi setidaknya kami juga bisa menikmati jalan ini agak lama, Kalau melihat hasil pekerjaan seperti ini kuat dugaan saya ada Mark up nya,” ujar warga

Menanggapi terkait keluh kesah warga masyarakat Kecamatan Sei Bingai ini, Ketua bidang investigasi Lembaga Pemantau Pemerhati Pembangunan Sumatera Utars (LP3-SU) Putra mengatakan, kurang transparannya pihak pengembang ini di duga ingin menutupi hasil pengerjaan jalan Hotmix di Desa tersebut.

“Kalau memang Plang proyek saja tidak ada, kuat dugaan pekerjaan ini asal-asalan, Nanti saya cek dulu siapa pemenang dan berapa anggarannya, Kasihan masyarakat selalu jadi korban,”pungkas Putra

Dikatakan Putra lagi, Dengan tidak ada Papan Proyek , pengerjaan Hotmix jalan poros namo ukur utara – namoterasi ini diduga proyek siluman

“ Kalau tidak ada plank proyek ya namanya proyek siluman itu, Susah di pantau masyarakat. karna tidak tau perusahaan apa yang mengerjakan, ukuran yang dikerjakan, jumlah anggaran dana dan asal uang yang digunakan dalam pekerjaan tersebut,” tandasnya.

“Maaf ini, Kalau kita dari lembaga dan Wartawan mengatakan hal seperti ini terkesan disalahkan mereka dari pihak terkait. Tau apa Lo, padahal kita tahu benar. Tapi kita tidak punya wewenang untuk menangkap. Coba kalau kita punya penjara, Penuh penjara kita itu,” tuntasnya.

Sampai berita ini di turunkan, Pihak pelaksana di lapangan proyek tersebut enggan memberikan tanggapan saat di konfirmasi melalui pesan Watshap.
(Rtar)