Laporan Tak Ada Kejelasan, LSM JPK: Kami Laporkan di Kejagung

Foto: Laporan Tidak Ada Kejelasan, LSM JPK Bawa ke Kejagung

Lampung Tengah (matarajawali.id)- Merasa laporannya di Kejaksaan Negeri Gunung Sugih tidak ada tindak lanjut, LSM Jaringan Pemberantasan Korupsi (JPK) Korda Lampung Tengah berencana melaporkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

Kepastian rencana tersebut tercetus sesaat setelah Ketua LSM JPK Korda Lampung Tengah, Uncu Wenda, kembali mendatangi Kejaksaan Negeri Gunung Sugih untuk mempertanyakan kelanjutan laporannya yang belum ada kejelasan.

Diketahui, Uncu Wenda pada bulan Juli lalu melaporkan oknum pejabat di Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah berinisial NR ke Kejaksaan Negeri Gunung Sugih.

Karena diduga oknum tersebut melakukan korupsi pengadaan Bantuan Sarana Pembelajaran Berbasis Technology Informasi dan Komputer (TIK) sekolah dasar, yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2021.

Ditemui usai keluar dari gedung Kejaksaan Negeri Gunung Sugih, Uncu Wenda mengungkapkan, kehadirannya di kantor Kejaksaan Negeri Gunung Sugih untuk mempertanyakan tindaklanjut dari laporannya yang sudah 5 minggu berjalan.

“Seharusnya ada keterangan, ada kepastian hukumnya bagaimana? Kapan dipanggil oknum-oknum tersebut,” ujarnya, saat ditemui di Gunung Sugih, Selasa (10/08/2023)

Sekarang mereka mengatakan mungkin minggu depan lagi. Mau sampai kapan?, tambahnya.

Ditanya Langkah JPK selanjutnya? Uncu Wenda mengatakan, dia akan melihat dulu perkembangan hingga pekan depan. Jika tidak ada kepastian kelanjutan laporannya, dia berencana melaporkan ke Kejaksaan Agung.

“Kami mau bilang kalau Kejari Lampung Tengah Tumpul. Kami merasa dikebiri,” ucapnya.

Masih kata Uncu Wenda, sebagai LSM pihaknya sudah berupaya keras membantu program pemerintah dalam memberantas KKN.

Tapi ketika kita sudah melakukan semaksimal, mungkin karena berhubung kita juga punya punya keterbatasan, ya kita laporkan ke sini (Kejari).

“Kalau sampai sampai saat ini enggak ada kelanjutan, ya kita juga punya cara lain juga,” pungkasnya. (Willy Dirgantara)

BAGIKAN