JOGJA (matarajawali.id) – Beny Suharsono, Sekretaris Daerah DIY (Selasa, 15/8/2023) menjelaskan, pemerintah DI Yogyakarta mengaku masih memproses pencarian investor untuk pengelolaan sampah dan saat ini sudah melakukan sounding market dan berjanji akan menyelesaikannya di tahun ini.
“Nanti nyambung, antara berfungsinya kembali (tempat) transisi dua, itu juga akan ada kesiapan dari Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU),” kata Beny.
Dia menyebut, adanya sambung menyambung itu merupakan upaya pemerintah agar pengelolaan sampah tidak mandek (terhenti) seperti saat ini. Ketika Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan tutup, otomatis proses pengelolaan sampah pun terhambat.
“Ya biar tidak lock seperti sekarang ini to. Sini belum siap, sana belum siap, kabupaten dan kota belum siap, akhirnya ya sampah-sampah ini jadi viral,” lanjut Beny.
Maka, Beny pun berharap, ada estafet yang terus berkelanjutan dan tidak berhenti di satu titik saja untuk mengelola sampah agar tidak ada lagi tumpukan-tumpukan sampah. Saat ini pemerintah masih mempersiapkan sistem melalui Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
“Ini, sebentar lagi kita tata dan ketika nanti yang transisi satu belum penuh, kita optimalkan pemanfaatan transisi satu. Nyambung lagi kesiapan transisi dua. Nah, transisi dua ini umurnya bisa lebih panjang dan bisa nyambung ke proses KPBU,” papar Beny.
Disinggung mengenai pencarian investor , Beny mengungkap kini sudah ada lima investor yang berminat untuk turut mengelola sampah di DI Yogyakarta. Dari beberapa badan usaha tersebut, Beny pun urung menyebutkan secara spesifik teknologi apa yang ditawarkan para investor tersebut untuk mengolah sampah di DIY.
“Sekarang sudah proses terus. Kita sekarang cari yang terbaik. Ini kan kaitannya dengan hak dan kewajiban Pemda dan Pemerintah Pusat. Ini kan melalui pembiayaan itu to,” imbuh Beny.
Beny juga menyebutkan, bahwasannya Pemda DIY ingin sampah bisa dikelola dengan baik, hingga akhirnya tidak ada lagi sampah . Dengan adanya investor pengolahan sampah tadi, maka sampah plastik dan anorganik bisa dihancurkan.
“Mereka menawarkan teknologi pemilahan sampah . Sudah banyak yang paparan dan tersaring dengan sendirinya. Kalau plastik, di-recycle. IKEA sudah siap menampung. Jadi, kalau sampah dibakar, keluar energi listrik. Panas to itu? Nanti bisa di-sounding dengan PLN. Pupuk, nanti kerja sama dengan pengusaha di bidang pertanian agar bisa menampung,” terang Beny lagi. (Bachtiar)







