Metro (matarajawali.id)– Kegiatan Kunjungan Industri yang akan dilakukan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN2) Kota Metro, diduga menjadi ajang pungutan liar (pungli).
Menurut informasi yang dihimpun matarajawali.id. bahwa kegiatan kunjungan industri yang akan dilakukan oleh siswa SMKN2 Metro tersebut belum ada kordinasi atau pemberitahuan kepada wali murid. Kalau secara resmi belum ada pemberitahuan dari pihak sekolah. Sebagai wali murid hanya tau dari anak kami bahwa akan ada kegiatan Kunjungan Industri dengan biaya 1,8 juta per murid. “Saya selaku wali murid hanya tau dari anak saja terkait pelaksanaan kunjungan industri yang akan dilakukan, dan tempat yang akan dikunjungi lebih dominan hanya tempat wisata. Kalau kegiatannya Kunjungan Industri maka seharusnya yang dikunjungi adalah tempat industri bukan tempat wisata, hal ini tentu tidak sesuai dengan nama kegiatannya,” ungkapnya
Selain bertemakan Kunjungan Industri, seharusnya pihak sekolah juga harus membuat surat pemberitahuan kepada para wali murid tentang detail pelaksanaan kegiatannya sehingga para wali murid tau maksud dan tujuan kegiatan tersebut.
Ditempat terpisah, Ketua Pelaksana Kegiatan Kunjungan Industri SKMN2 Metro Yayan mengatakan, bahwa rencana awalnya siswa yang akan mengikuti kegiatan kunjungan industri ada 90 lebih. Namun dari jumlah awal tersebut ada yang mundur karena tidak ada biaya. Jadi sekarang ini tinggal 80 siswa saja.
Sementara itu, pak Yayan berdalih bahwa semua dokumen baik persetujuan wali murid, surat edaran dari sekolah untuk wali murid semua ada. Sampai surat pengunduran diri siswapun ada semua.
Kemudian untuk siswa yang tidak mampu kita paksa ikut tidak ada persoalan itu, kalau tidak mau mengikuti kunjungan industri tolong orang tuanya buat surat keterangan, kan begitu,” jelasnya. (ars)







