Lampung Tengah (Matarajawali.id)- Pemerintah Kampung Qurnia Mataram, Kecamatan Seputih Mataram, mengadakan giat sosialisasi pembagian bantuan sosial di Balai kampung setempat, Senin 28 November 2022.
Kepala Kampung Jauhan Kurnaidi menghimbau kepada warganya, agar bantuan dipergunakan untuk kebutuhan pokok.
Giat sosialiasi bantuan sosial itu dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan Seputih Mataram Pujianto, Pendamping PKH Kampung Qurnia Mataram Ganang Ansori, Bhabinkamtibmas Kampung Qurnia Mataram, para aparatur kampung setempat, dan ratusan warga penerima bantuan.
Menurut Pendamping PKH Kampung Qurnia Mataram Ganang Ansori, di Kampung Qurnia Mataram terdapat sebanyak 193 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mendapatkan bantuan PKH untuk tahun 2022. Dia mengungkapkan, selain bantuan PKH ada bantuan BPMT (sembako) dan BLT BBM untuk keluarga penerima manfaat.
Ditanya besaran bantuan PKH yang diberikan kepada KPM? Ganang menjawab tergantung komponen masing-masing. Apakah warga itu punya anak balita, anak yang masih SD, SMP, SMA. Itu tergantung komponen masing-masing.
Untuk warga yang punya anak masih SD per triwulan mendapatkan bantuan sebesar 225 ribu rupiah, kalau SMP sebesar 375 ribu rupiah dan SMA sebesar 500 ribu rupiah. Ganang berharap bantuan dipergunakan sesuai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk tekhnis PKH.
“Kalau anak sekolah untuk keperluan sekolah. Kalau untuk anak balita untuk (beli) susu. Harapannya begitu,” pungkasnya.
Ditempat yang sama, kepala Kampung Qurnia Mataram Jauhan Kurniadi menjelaskan, giat pemerintah Kampung Qurnia Mataram pada hari ini adalah sosialisasi pembagian BSST dan BLT BBM dan bantuan PKH yang akan dipandu oleh Ganang Ansori selaku Pendamping Kampung Qurnia Mataram.
Kepala Kampung yang memiliki latar belakang militer ini melajutkan, ada sekitar 278 KPM yang menghadiri sosialisasi di Balai Kampung Qurnia Mataram pada hari ini. Jauhan berharap, uang bantuan yang diberikan pemerintah digunakan untuk kebutuhan pokok.
“Contohnya kalau untuk PKH, tolong untuk keperluan anak sekolah dan sebagainya. Jangan bapaknya minta rokok dibelikan rokok. Minta beliin pancing dibeliin pancing. Saya tidak mengharapkan itu. Gunakanlah sesuai yang dianjurkan pemerintah,” tutupnya.
Sementara itu, Tumini, warga RT.02 Dusun I Kampung Qurnia Mataram mengaku sering kali mendapat bantuan dari pemerintah. Dia mengaku senang mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.
“Untuk beli beras,” ujarnya polos. Tumini berharap bantuan serupa terus berlanjut. (Willy Dirgantara/Lukman).







