Dibalik Kemeriahan Dilantiknya Kepala Desa Langkat Diduga Ada Pungli

0
22
Foto: Dibalik Kemeriahan Dilantiknya Kelapa Desa Langkat Diduga Ada Pungli. (Rtr)

Langkat (Matarajwali.id)- Sebanyak 164 dari 165 kepala desa (Kades) terpilih di Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, dilantik oleh Plt Bupati Langkat Syah Afandin, Kamis (4/8/2022). Mereka terpilih dalam Pilkades serentak yang digelar pada 19 Juni 2022.

Dari 165 Desa yang melaksanakan Pilkades, ada 164 Kades terpilih yang akan dilantik. Satu orang Kades terpilih meninggal dunia, yakni Kades Hinai Kanan Kecamatan Hinai.

Namun terlaksananya proses pelantikan kades tetap saja diwarnai dugaan pungli yang di lakukan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kelurahan (PMDK) langkat.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Investigasi Lembaga Pemerhati Pemantau Pembangunan Sumatera Utara (LP3-SU) Suwandi Kepada sejumlah wartawan di Stabat.

Menurut Suwandi jika, PMDK Langkat terus menerus menjadi sorotan masyarakat hingga banyak kalangan masyarakat serta mahasiswa melakukan unjuk rasa dan akhirnya dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan anggota dewan Komisi A DPRD langkat terkait adanya kecurangan yang dilakukan dinas PMDK dalam tahapan seleksi calon kepala Desa bebarapa waktu lalu.

Bahkan dari beberapa kali RDP terlihat anggota Komisi A DPRD langkat begitu bersemangat mempertanyakan keluhan terkait proses seleksi calon kepala Desa yang berjanji akan terus memperjuangkan demi rakyat.

Namun hingga terlaksananya pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak yang digelar pada 19 Juni 2022 dan pelantikan kades pada 4 Agustus 2022 tidak terdengar lagi apa dan bagimana hasil yang di perjuangkan angggota dewan tersebut.

Dugaan Pungli kali ini yang dilakukan PMDK berkisar Rp. 6.000.000/kades yang akan dilantik, yang alokasinya diduga RP .3.000.000 untuk bagian jatah PMDK dan Rp. 3.000.000 untuk jatah anggota Komisi A DPRD langkat.

Dugaan besaran setoran yang di terima tersebut di duga kuat sebagai kesepakatan agar cepat terlaksana pelantikan kepala desa sebelum cairnya dana desa.
sehinga segera dapat di kelola oleh Kepala Desa dan bukan dikelola pejabat sementara kepala desa seperti anggaran dana desa yang sebelumnya.

Ibarat kata pepatah petinggi kabupaten Langkat yang melantik Kepala desa dalam kata sambutannya “Tidak ada makan siang yang gratis”. Ujar suwandi

Diharapkan agar Aparat Penegak Hukum (APH) segera melakukan penyidikan terkait pungli terbuat. karna Rp. 6.000.000 X 165 kades tentunya bukan jumlah yang sedikit, jelas-jelas melebihi jumlah ketika bupati langkat nonaktif tertangkap KPK pada awal tahun. ujar suwandi menutup kata.

Kepala Dinas PMDK Langkat H. Sutrisuanto, S,Sos. ketika akan dikonfirmasi dikantornya tidak berada di tempat dan sekertaris DPRD langkat
Drs. Basarah Pardomuan juga sama tidak berada ditempat.
(Rtar)

BAGIKAN