Mesin Politik di Kabupaten SBD Mulai Dipanaskan

0
152
Foto: Tokoh Politik Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) yang juga saat ini menjabat sebagai Kepala Desa Hamonggo Lele,. (Ist)

Kodi (matarajawali.id)- Pemilu 2019 seolah masih terasa hiruk pikuknya, dan ajang serupa baru akan dilangsungkan dua tahun mendatang pada 2024. Namun, manuver politik sejumlah pihak sudah terlihat, dan calon-calon yang diunggulkan bermunculan, begitu pula dengan organisasi pendukungnya.

Meski masih dua tahun lagi, kontestasi politik tahun 2024 sudah terasa gaungnya saat ini. Politisi mulai bergerak, pendukung di bawah berkonsolidasi.

Selaku Tokoh Politik Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) yang juga saat ini menjabat sebagai Kepala Desa Hamonggo Lele, Kecamatan Kodi, Agustinus Mali, S.Pd.K kepada media ini, Rabu, (8/6/2022). Ia mengungkap, terkait perkembangan wacana bakal calon Bupati dan dan Wakil Bupati Kabupaten SBD 2024 mendatang,
kira sudah saatnya memang, para calon potensial ini untuk muncul dan membangun kepercayaan publik dan akan berbuah pada elektabilitas.

Merujuk pada Kontestasi Politik, tentu Bupati saat ini tidak akan mungkin lagi bertarung di 2024 mendatang. Artinya
untuk mewakili keempat Kecamatan khusus wilayah Kodi, tidak mungkin dilepas begitu saja. Tentu dibutuhkan kader atau figur untuk melanjutkan kepentingan- kepentingan masyarakat dan wilayah kedepannya.

“Selama ini saya secara pribadi sangat merasa terpanggil dan siap diwacanakan kedepannya. Secara kasat mata tentu ada berbagai alasan atau persoalan yang saya lihat dan rasakan sendiri saat ini. Artinya terkait persoalan yang kita hadapi saat ini, baik itu masalah infrastruktur dan pendapatan perkapita masyarakat sangat rendah. Kalau memang Tuhan berkehendak, tentunya kita akan memperbaiki wilayah ini dan terus menuntun masyarakat untuk berpacu dan berjuang bersama memperbaiki, terutama dalam sisi sumber daya manusia dan lapangan pekerjaan,”jelasnya..

Dengan banyak masyarakat SBD terkhusus di wilayah Kodi, terpaksa harus mencari pekerjaan keluar Sumba demi mencari uang dan nafkah selama ini untuk berbagai keperluan, seperti bekerja untuk membiayai anak sekolah atau kuliah dan lainnya. Faktor utamanya, karena di Kabupaten kita belum bisa menjamin ketersedian lapangan pekerjaan.

“Dan ini menjadi tantangan besar buat kita bersama, terkhusus di wilayah kodi, bukan berarti wilayah Loura dan Wewewa terlupakan. Jika kita sepakat bersama seluruh Stakeholder untuk membawa wilayah ini menjadi wilayah yang mampu berdaya saing dengan wilayah lain, tentunya tidak akan terlepas dari persatuan dan kesamaan sebuah harapan kedepan,”kata dia.

Sehingga pada prinsipnya membangun sebuah wilayah atau daerah, perlu keterlibatan semua pihak, baik itu tokoh birokrasi, tokoh politik, serta kader Milenial. Sehingga apa yang menjadi skala perioritas pembangunan menjadi satu bukti nyata. Jika tidak dilakukan dengan serap aspirasi, tentu akan mengalami ketimpangan. Artinya misi pemimpin tidak akan terimplementasi dengan baik, tanpa adanya keterlibatan seluruh stakeholder yang ada,”ucapnya.

Terkait partai politik yang ada, tentu sudah mulai terbangun. Tetapi saya tidak terlalu jauh ke ranah sana. Karena sangat tergantung penentu hasil legislatif nantinya. Tetapi wacana ini akan terus terbangun sambil melihat perkembangan kedepan,”pungkasnya.

Jurnalis~”Rovyn Tenge”