Dewan Paroki Sosialisasikan Pembangunan Gereja Katholik Baru

Foto: Dewan Paroki  Sosialisasi Tentang Pembangunan Gereja Katholik Baru. (Tenge)

Homba Karipit (matarajawali.id) – Dewan Paroki Santa Maria Assumptha Homba Karipit Finsensius Ngongo Righuta, S.Ag dan Dominikus Mori Uma bersama Ketua lingkunngan Ratu Surga, Aloysius Holo, S. Pd dan Ketua basis, Thomas Tamo Loka, S.Pd, melakukan sosialisasi tentang pembangunan gereja di Kampung Homba Karipit. Kamis, (26/08/ 2021) sekira pukul 04.30 Wita.

Adapun point-point sosialisasi dari Dewan paroki terhadap umat. Mengulas alasan dilakukannya pembangunan gereja yang baru, karena mengingat dari jumlah umat yang lebih banyak dengan kapasitas gereja yang tersedia (gereja lama) lebih kecil. Paroki Santa Maria Assumptha memiliki enam lingkungan, Lingkungan Ratu Surga, Lingkungan Tabut Perjanjian, Lingkungan Elisabeth, Lingkungan Santa Martha, LLingkungan bunda berduka cita kori.

Dijelaskan FinsensiusLingkungan bunda berduka cita kori senior Ngongo Righuta, S.Ag. ukuran gereja yang baru 30 kali 50 meter, dan diperkiraan akan menghabiskan dana sampai 7 Miliar dengan jangka waktu 3 tahun. Sedangkan sistim pengerjaan gereja tersebut di tenderkan.

“Mengingat kebutuhan gereja tersebut sangat besar, maka diperlukan kerjasama seluruh umat secara umum. Maka dilakukan iuran wajib setiap umat atau Kepala Keluarga (KK) per bulannya, tetapi sangat bergantung status pendapatan rumah tangga. Iuran wajib untuk petani mulai dari nominal Rp.10 ribu satu  bulan, bahkan lebih. Sedangkan untuk ASN mulai dari Rp.100 perbulanya. Ini sudah termasuk kios-kios besar dan toko, selain sumbangan spontanitas.”jelas dewan paroki.

Selain itu juga Finsensius Ngongo Righuta, S.Ag. menjelaskan letak lokasi pembangunan gereja baru di lapangan sepak bola yang lama dan ini sudah menjadi kesepakatan bapak uskup bersama dewan paroki dan umat, mengingat aturan gereja tidak boleh menjauh dari pastoran paroki. Sedangkan lapangan sepak bola yang baru akan dipindahkan dan berlokasi di belakang gereja yang lama. Apalagi lapangan sepak bola yang lama sudah tidak dimungkinkan untuk berkembang, karena terlalu dipinggir jalan umum maupun dari sisi ukuran tidak standar.

“Sehingga kedepan sangat berpeluang lapangan yang baru bisa mengalami peningkatan baik dari sisi fasilitas, seperti tribun maupun fasilitas lainnya,”jelasnya.

Dari niat dan harapan dewan paroki, mengajak dan meminta seluruh umat dan unsur elemen masyarakat umum terlebih khusus beberapa lingkungan untuk tetap bekerjasama, baik dari sisi finansial, moril maupun dari segi keamanan, mulai dari tahapan perancanaan, tahap pengerjaan gereja hingga finish boleh berjalan lancar aman dan damai.

Jurnalis:~”Rovyn Tenge”

BAGIKAN