Satu Orang Warga Purbolinggo Terjankit DBD

Lampung Timur (Matarakawali.id)
Masuk awal tahun 2021 suda terdapat satu orang masyarakat Purbolinggo yang mengalami Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Lampung Timur Sartono melalui Kepala Seksi (Kasi) Iwan Yudianto menyampaikan, bahwa dari laporan yang diterima dari Puskesmas Purbolinggo ada satu orang warga masyarakat yang menderita DBD.
Jadi saat ini baru ada satu laporan yang terjangkit DBD yang kita terima, dan masih kita pantau terus perkembangannya,”jelas Iwan di ruang kerjanya, Rabu (13/01/2021).

Masih dikatakan, semenjak adanya perubahan cuaca (pancaroba) yang memasuki musim penghujan yang di mulai pada bulan Oktober 2020 lalu, terdapat sejumlah kasus penderita DBD. Dimana bulan Oktober hingga Desember 2020 terdapat 32 kasus masyrakat yang menderita DBD.
Untuk tahun kemarin (2020), pada bulan oktober hingga desember terdapat 32 laporan penderita dari pihak puskesmas yang tersebar di seluruh kabupaten Lampung Timur.
Dari data yang kami dapat, jumlah penderita DBD pada tahun 2020 lalu mengalami peningkatan signifikan, mengingat bahwa dalam jangka lima tahun sekali kasus penularan DBD menjadi lebih besar.
Sampai saat ini kita atau pihak kementrian kesehatan sendiri masih bingung apa penyebab meningkatnya penyakit DBD dalam jangaka 5 tahun.
Kalau dilihat dari biografi, tahun pertama kasus DBD rendah, tahun kedua mengalami peningkatan terus sampai tahun kelima akan lebih jauh besar kasus penderita DBD. Setelah itu sirklusnya akan kembali lagi ke awal tahun pertama. Jadi kalau tahun 2020 kemarin kita memasuki tahun ke lima atau disebut tahun puncak peningkatan penderita DBD,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, untuk pencegah berkembangnya penyakit DBD tersebut, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan telah melakukan sejumlah program, seperti Penyelidikan Epidemiologi, Fogging dan Larvasida.
Sedangkan untuk mempercepat laporan penderita DBD dari pihak puskesmas yang ada di seluruh wilayah Lampung Timur, kami telah membuat group whatsapp supaya laporannya cepat terdata. Kita siapkan group WA, jadi nanti pihak puskesmas dapat mengirimkan nama penderita beserta hasil laboratoriumnya,” ungkapnya.
Nainggolan.

BAGIKAN