Tak Jelas Nasib Bangunan Jembatan Lau Serden di Desa Belinteng

foto:Tak Jelas Nasib Bangunan Jembatan Lau Serden di Desa Belinteng.(rtr))

Langkat (Matarajawali.id)–Bangunan jembatan Lau Serden di Desa Belinteng, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara yang dinilai hanya menjadi pajangan karna belum bisa dilalui kenderaan roda tiga dan empat terus menjadi misteri.
Selasa (1/11/2022)

Jembatan yang dibangun Dinas PUPR Bidang Binamarga Pemkab Langkat yang dikerjakan CV. Lubuk Mas dengan anggaran bersumber DAK APBD 2021 dengan biaya Rp. 860 juta terus menjadi pertanyaan publik.

Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Sujarno yang pernah menjabat Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) langkat ketika dikonfermasi wartawan terkait proyek jembatan tersebut mengatakan,

“Itu pekerjaan per tgl 31 Desember dibayar sesuai dengan progres pekerjaan sebesar 65 persen. pada masa plt kadis PUPR. termasuk proyek luncuran .. diteruskan oleh rekanan yg lama tapi belum dibayar 100 persen. bukan massa saya…yg tahu persis PPTK nya pak Munir”. Ujarnya singkat
Selasa ( 25/10/2022)

Di tempat terpisah pejabat Dinas PURP Munir kepada wartawan menjelaskan jika proyek tersebut sampai dengan akhir tahun 2021 belum selesai dan
baru dibayarkan 30 %
dari 100% jumlah anggaran Rp. 860 juta kepada pihak kontraktor dan pelaksana CV proyek tersebut bernama Hasan yang saat ini menjabat ketua APDESI Langkat. Ujarnya

Bahkan dikatakan beliau lagi itu termasuk proyek luncuran dan mulai senin (24/10/2022) sudah mulai aktivitas pekerjaan di lokasi jembatan tersebut agar dapat dilalui kendaraan roda tiga dan empat. Ujarnya

Namun anehnya ada perbedaan keterangan jumlah besaran informasi pembayaran dari kedua petinggi dinas pemerintah Kabupaten langkat tersebut apalagi dari informasi yang berhasil di himpun wartawan jika bagian keuangan sudah membayarkan 65 % kepada pihak rekanan.

Jelas diduga ada rahasia yang disembunyikan pejabat dinas PURP Munir yang bertanggung jawab tentang proyek itu apalagi hingga berita ini naik lagi kepermukaan tidak ada tanda-tanda aktivitas di lokasi jembatan selain warga yang masih kesal karna hingga hari ini jembatan hanya manjadi pajangan.

Sedangkan PLT Kadis PURP yang saat ini menjabat petinggi di dinas tersebut ketika dikonfermasi via whatsapp no +62 813-6346-XXXX tidak berhasil di hubungi dan membalas pesan.

Warga Desa Blinteng berharap agar aparat penegak hukum segera bertindak karna diduga ada kesalahan prosedur dalam pelaksanaan proyek tersebut karna awal bulan 2022 masih ada aktivitas pelaksaan pekerjaan jembatan padahal anggaran tahun 2021 namun kenyatannya hingga akhir oktober 2022 hanya menjadi pajangan dan kenderaan roda tiga dan empat terpaksa melewati genangan air anak sungai jika akan lewat. (Rtar)

BAGIKAN