Kodi Bangedo (matarajawali.id)– Syarat dan ketentuan untuk mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi pelajar yang tidak mampu adalah orang tua yang mendapatkan PKH dan BPNT di desa setempat. Sehingga pihak sekolah harus betul-betul tepat sasaran dalam pembagian KIP tersebut.
Salah satunya, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kareka Ndara di Desa Mata Kapore, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) ini sempat dituding menyalahgunakan dana KIP tahun 2017/2022 belum disalurkan.
Menanggapi hal ini, pihak sekolah memberikan klarifikasi terkait alasan dana KIP belum disalurkan selama sepuluh tahap.
Menurut Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Kareka Ndara, Monika Kaleka, pada saat awal pembagian di tahun 2017, ada beberapa siswa yang belum ada buku rekening dikarenakan masih dalam bentuk kolektif pada waktu itu. Jadi uang itu bukan saya tilap sendiri.
” Dilakukan pembagian dirumahnya, karena pada saat itu setelah dana dicairkan dan rencananya akan disalurkan disekolah. Namun karena walimurid yang tidak ada namanya mereka tetap memaksa agar diberikan beasiswa,” ungkapnya saat ditemui media ini di kediamannya, Jumat (5/8/2022) sore.
Lebih lanjut, pihaknya mengambil sebuah langkah alternatif demi menjaga situasi dan kondisi di lapangan pada saat itu. Akhirnya kami tetap terpaksa melakukan pembagian di rumah. Dan itu juga atas dasar kesepakatan bersama orang tua siswa.
Sedangkan untuk dana KIP tahun 2018/2021 setelah dicairkan pada waktu itu, kita juga langsung bagikan. “Namun yang mereka persoalkan pada saat itu, karna pembagian tidak berdasarkan buku rekening dan hanya berdasarkan daftar nama penerima,”jelasnya.
Terkait berita yang beredar dimedia sosial bahwa Kepsek SDN Kareka Ndara Diduga Tilap Dana KIP Tahun 2017/2022.
“Saat itu juga kami salurkan sesuai jumlah dana yang ada pada print out Bank. Kemudian kami juga pihak sekolah buatkan berita acara sebagai bukti penyerahan uang sekaligus buku tabungan,”ungkapnya.
Adapun siswa yang belum terealisasi sampai dengan saat ini, kami pihak sekolah masih menunggu buku rekening dari pihak Bank. Waktu pelaksanaan pada hari Rabu (10/08) depan baru dilanjutkan pembagian,”janjinya.
Saya sebagai Kepala Sekolah SDN Kareka Ndara sudah ada niat baik untuk ganti rugi. Dan sudah sekitar 80% yang sudah disalurkan pada Jumat (5/8/2022),”imbuhnya
Jurnalis~”Rovyn Tenge”







