LAMPUNG TENGAH (matarajawali.id)-– Tumpahan solar menyebabkan sejumlah kendaran roda dua tergelincir akibat jalan yang menjadi licin. Kendati tidak ada korban, namun 4 kendaran rusak ringan dan 3 orang mengalami luka lecet.
Peristiwa tersebut terjadi di sepanjang jalan Ahmad Yani, Lingkungan 1, Kelurahan Bandarjaya Barat, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Minggu (14/7), persis di tikungan depan masjid Nurul islam.
Dikatakan Sofyan (23), saksi mata di lokasi, peristiwa bermula dari mobil box jenis L 300 dari arah Simpang Agung menuju jalan Lintas Sumatera mengalami kebocoran di tanki mobil pada pukul 20.30 WIB.
Pada saat mobil box tersebut berhenti, ada 2 orang pengemudi sepeda motor jatuh tergelincir karena aspal yang licin. Namun pengemudi mobil box tidak mau bertanggungjawab, dan buru-buru pergi meninggalkan lokasi.
Menurut Sofyan, kebocoran solar berasal dari tangki mobil. Pengumudi mobil sempat membuka box dari pintu samping untuk memeriksa muatan. Sofyan menyaksikan muatan mobil box berupa solar yang berada didalam sebuah toren plastik berbentuk persegi.
“Ada yang tanya, muatan box apa ? Sopirnya bilang solar,” ungkap Sofyan.
Masih kata Sofyan, setelah menyumbat kebocoran di tanki dengan menggunakan kain seadanya, sopir mobil langsung pergi terburu-buru. Setelah mobil box meninggal lokasi, kemudian ada pengemudi sepeda motor yang tergelincir.
“Salah satunya bawa anak kecil. Kasihan anaknya jatuh dari motor,” ucapnya.
Warga lainnya menambahkan, tikungan di jalan Ahmad Yani, atau dilokasi tumpahan solar itu memang kerap kali terjadi kecelakaan lalu lintas. Kebanyakan kendaraan roda dua, yang melaju kencang dari arah Simpang Agung menuju jalan Lintas Sumatera.
“Disini memang sering kecelakaan, pernah sampai ada meninggal dunia. Apalagi kalau ada tumpahan solar yang jalan jadi licin, makin berbahaya,” ujarnya.
Warga ini menduga, mobil box itu baru saja “ngecor” solar di SPBU. Karena mobil box itu bermuatan Solar yang diperkiran mencapai 1000 liter.
Pemantauan di lokasi, warga sekitar memberi palang di badan jalan dengan bambu disertai sebuah kardus bertuliskan “Solar Tumpah Jalan Pelan Pelan.” Beberapa warga sekitar juga menaburkan pasir dengan tujuan mempercepat solar menjadi kering. Sedangkan beberapa lainnya menyerukan pelintas agar berhati-hati.
Media ini juga mengamati, ternyata tumpahan solar dimulai dari perbatasan Kampung Adijaya-Bandarjaya Barat, atau persis di jembatan depan Taman Gotong royong. Namun tumpahan paling banyak berada di tikungan depan masjid Nurul Islam. (Willy Dirgantara)







