Senyum Bahagia Warga, Sumur Bor Kembali Berfungsi Setelah Belasan Bulan Mangkrak

0
60
Foto: Senyum Bahagia Warga Sumur Bor  Kembali Berfungsi Setelah Belasan Tahun  Mangkrak. (TG)

Kodi Utara (matarajawali.id)- Sumur bor yang selama sebelas bulan tidak berfungsi di Desa Hameli Ate, Kecamatan Kodi Utara, kini warga sudah bisa menikmati  kembali air bersih.

Sebelumnya sumur bor tersebut baru beberapa bulan beroperasi, dikabarkan tidak berfungsi.

Karenakan mesinnya diambil oleh oknum tertentu untuk kepentingan pribadi. Dan mengakibatkan sebagian penduduk disekitar sumur bor tersebut kekurangan air bersih dan hanya berharap pada air hujan atau terpaksa membeli air dimobil tangki.

Pembangunan sumur itu merupakan bantuan dari Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) untuk kelompok pertanian demi meningkatkan produktifitas sektor pertanian maupun perkebunan serta hortikultura.

Anggaran yang diberikan ini bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) yang diberikan oleh pemerintah pusat tahun anggaran 2021.

Hal itu dikatakan oleh Yakobus Ra Mete, warga Dusun IV, Desa Hameli Ate, pada media ini, Jumat (19/08/2022). Setelah kami keluhkan dua bulan yang lalu karena mesin pompa airnya diambil oleh oknum tertentu untuk kepentingan pribadi. Kini telah diantar kembali yang walaupun secara diam-diam, tepatnya pada Senin (8/8/2022) lalu sekitar sore.

“Adapun yang mengantar mesin pompa air tersebut, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten SBD, Agustinus Wakur Kaka bersama Ketua Kelompok Tani, Rafael Radu Bani dan Bendahara Kelompok, Petrus Rangga Mone serta satu orang Anggota Kelompok, Yordan Deta Tebbe,”terangnya.

Menurut Kobus, pihaknya sudah merasa puas atas apa yang kami suarakan selama ini. Ternyata berhasil dan sudah bisa menikmati kembali air bersih.

“Sebab sepanjang mesin pompa air belum di kembalikan selama sekitar sebelas bulan, kami hanya berharap pada air hujan dan membeli air dimobil tangki. Dan air sumur bor ini bukan saja warga Desa Hameli Ate yang menikmati. Tetapi warga Desa Kori pun ikut menikmati dampak daripada pembangunan ini,”ucapnya.

Lanjut Kobus, memang tempat sumur bor itu yang hanya satu tugu keran air merupakan lahan pribadinya KTNA SBD, Agustinus Wakur Kaka.

“Dan setahu kami selama ini belum ada penyerahan kepada kelompok tani. Karena itu merupakan bantuan pemerintah untuk kelompok tani. Tentunya harus ada penyerahan, sehingga jelas statusnya sebagai aset pemerintah melainkan bukan dijadikan milik pribadi,”kata Kobus.

Pihaknya juga berharap kepada oknum-oknum tertentu, agar supaya kedepannya jangan terulang lagi hal semacam ini. Karena kami sebagai warga yang ikut merasakan dampak daripada pembangunan itu, tentu ada keterbatasan dan amarah.

“Terutama kepada Pemda SBD baik Dinas maupun lembaga terkait, utamanya terkait status kepemilikan lahan dari pembangunan itu, kami butuh kejelasan secara transparan.

“Karena kalau tidak, kami sangat mengkhawatirkan, jangan sampai kedepannya pembangunan tersebut dijadikan milik pribadi,”tegasnya.

Jurnalis~”Rovyn Tenge”