
Situbondo (matarajawali.id)-Ditengah pandemi covid-19 dan diberlakukan PPKM darurat, masyarakat Situbondo masih dipersulit dengan ditambah kejadian kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite.
Sedangkan semua SPBU pertalite kosong. Yang paling dominan dijual BBM jenis Pertamax hampir semua SPBU di Kabupaten Situbondo semuanya jenis bahan bakar tersebut. Diduga stok jenis Pertalite dikurangi oleh PT. Pertamina Banyuwangi.
Dengan kelangkaan pertalite ini masyarakat Situbondo merasa kecewa ditambah lagi dalam antrian tersebut dimonopoli oleh para pengepul pertalite yang berbondong-bondong hingga terjadi antrian panjang. Dalam keadaan ekonomi masyarakat saat ini justru semua SPBU menjual BBM jenis Pertamax yang harganya sulit dijangkau oleh masyarakat ekonomi menengah kebawah jadi untuk membantu kelancaran usahanya harus membeli BBM yg mahal tidak seimbang dengan penghasilannya.(14-08-2021)
Kejadian ini tim investigasi LPKPN mendatangi kantor PT. Pertamina yang ada di Kabupaten Banyuwangi untuk mengklarifikasi tindakan yang dilakukan Pertamina tanpa adanya sosialisasi terlebih dahulu.
Dijelaskan Ketua Umum LPKPN
Lembaga Perlindungan Konsumen Putra Nusantara Abd.Rahman, S.P. Pertamina seharusnya memberikan informasi secara publik tentang adanya pengurangan stok pertalite biasa dan penghapusan BBM jenis pertalite khusus melalui media sosial seperti facebook, dan media lainya. bukan mengambil tindakan sepihak, sehingga meresahkan konsumen.
Sementara pihak PT. Pertamina memberikan pesan melalui securitya yaitu Agus Susandi untuk bertemu dengan penanggung jawab PT. Pertamina Banyuwangi, harus membuat janji terlebih dahulu dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh PT Pertamina, yaitu, surat vaksin, antigen dan swab dan pakai masker. Jadi kalau dadakan tidak dilayani.
Dalam keadaan darurat pihak PT. Pertamina sulit untuk memberikan klarifikasi kepada Lembaga Perlindungan Konsumen apalagi masyarakat umum, sementara Ketua Umum Lembaga Perlindungan Konsumen Putra Nusantara menghubungi ponselnya Bapak Hariyadi selaku SBM Pertamina Banyuwangi melalui telephon maupun pesan singkat tidak merespon, ini berarti kurang kepedulian terhadap keluhan konsumen. (VIKI)






