Tanggamus (matarajawali.id) – Warga Kuripan, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung terlihat terkesan abai terhadap Protokol Kesehatan (prokes).
Terlihat menjelang berbuka puasa, suasana di Kotaagung terlihat padat adanya pedagang yang menjajakan takjil dan warga sekitar ngabuburit, sembari menunggu waktu berbuka puasa.
Ngabuburit atau mengabuburit adalah kegiatan menunggu azan magrib menjelang berbuka puasa pada waktu bulan Ramadan. Kegiatan ngabuburit dapat berupa banyak hal, seperti jalan-jalan, bermain, bercengkerama, mendatangi pasar kuliner atau menghabiskan waktu di taman. Selain itu, kegiatan ngabuburit juga dapat berupa kegiatan keagamaan seperti mendengarkan ceramah ataupun mengaji.
Namun terlihat warga kotaagung ini masih mengabaikan Protokol Kesehatan, mengingat kini masih dalam masa Pandemi Covid-19 dengan dan mengingat di Kabupaten Tanggamus penularanya sempat meningkat dan menjadi salah satu Kabupaten berzona merah.
Sementaa dijelaskan pedagang MR yang berjualan takjil di depan Mesjid Al-Kautsar, Kelurahan Kuripan. Menurutnya covid-19 sudah reda,bila tidak berjualan bagaimana menafkai keluraga apalagi kebutuhan disaat seperti ini pastinya sangat besar.
” Ya kalau dari saya masalah covid 19 ini sih dianggap sudah reda mas, dan kalo saya tidak berjualan seperti ini saya gak bisa menafkai keluarga dan tidak bisa membelikan mereka pakaian lebaran,” ujarnya
Babinkamtibmas, Aipda Putra Alam Selaku Kanit Binmas Polsek Kotaagung menjelaskan sosialisasi sudah diterapkan namun masih banyak warga yang membandel dan tidak mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.
“Warga di daerah ini khususnya masih begitu banyak yang bandel dengan tak menghiraukan himbauan terkait Covid-19 dan mereka tidak sadar bahwa orang dapat terinfeksi tanpa menunjukkan gejala, namun tetap dapat menyebarkannya ke orang lain. Jika mereka tidak melakukan upaya pencegahan Covid-19, seperti 5M .Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi, maka akan ada jumlah orang terinfeksi akan meledak dan fasilitas layanan kesehatan akan kewalahan sehingga banyak kasus akan tidak tertangani khususnya di Tanggamus, mengingat kini masih suasana Covid-19 apa lagi sekarang banyak orang yang mudik dan kita tidak tau mereka membawa virus itu atau tidaknya.”Tegasnya.
Jurnalis : Fahmi Y.







