Aceh Tenggara (matarajawali.id)- Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Aceh Tenggara mendesak Polres Aceh Tenggara untuk mengungkap kasus seorang tewasnya wanita muda berinisial ID yang mayatnya ditemukan disebuah villa.
Bupati LIRA Aceh Tenggara, Muhammad Saleh Selian mengatakan, kematian ID saat ini masih menjadi misteri. Pasalnya, ID yang sebelumnya disebutkan tewas disalah satu cafe. Padahal, mayat ID ditemukan disebuah villa.
“Saya minta dan saya mendesak Kapolres untuk segera mengungkap kasus ini. Bila perlu secepatnya lakukan pengamanan terhadap oknum-oknum yang membawa korban pergi maupun saat mengantar mayat korban ke RSUD H Sahudin Kutacane. Supaya dapat dimintai keterangan, sekaligus agar tidak menghilangkan diri sementara waktu untuk menghindari dilakukan cek urine,” kata dia, Minggu (11/4).
Saleh juga meminta kepada penyidik Polres Aceh Tenggara untuk membuka CCTV di UGD RSU H Sahudin Kutacane. Sebab, menurut keterangan anggota Satpol PP yang berjaga pada di pintu masuk RSUD menyebutkan bahwa yang mengantarkan mayat tersebut adalah mobil warna merah dan di susul mobil warna hitam.
“Saya sangat mencurigai kalau mobil yang disebutkan itu adalah mobil yang sering digunakan oleh oknum aparat kepolisian. Jadi saya menduga sebelum korban tewas mereka itu melakukan pesta Narkoba disalah satu villa objek wisata Ketambe,” paparnya.
Pihaknya, menduga adanya keterlibatan oknum anggota Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara pada kasus kematian ID.
“Saya pernah menyampaikan kepada Wakapolres Aceh Tenggara supaya mengganti semua anggotanya yang ada di Satresnarkoba sekalian cuci gudang. Kalau kita ingin memberantas Narkoba. Tapi Wakapolres tidak menggubris masukan dari LIRA Aceh Tenggara, jadi buat apa menangkap pemakai narkoba sementara oknum-oknum disitu ikut bermain,” tandasnya. (Amirin/Husni).




