Situbondo (matarajawali.id)-Misnaya Warga Desa Alasmalang Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo mengeluhkan terkiat pupuk cair yang berserakan di pinggir jalan, hal semacam ini terkesan dibiarkan selama bertahun-tahun tanpa adanya tindakan dari dinas terkait.
Dalam kejadian ini, tim matarajawali.id langsung mencoba mengkonfirmasi kepada Kadis Dlh dan Kadishub Situbondo.
Kadis DLH Situbondo Kholil, SP., M.Pi. mengatakan, pupuk organik, soal pupuk pengaturannya ada di Dinas Pertanian, soal berceceran di jalan berarti soal kelayakan kendaraan pengangkut pupuk menjadi kewenangan dishub.
“Begitu ya mas, silahkan konfirmasi ke pihak yang berwenang biar tidak overlaping ,”jelasnya Konfirmasi lewat Via Chat WhatsApp (4/04/2021)
Kemudian wartawan Media matarajawali.id menanyakan tentang tupoksi DLH dan apakah hal tersebut bukan termasuk pencemaran lingkungan, yang berceceran di pinggir jalan dengan bau menyengat dan menggangu warga yang melintas.
Lebih lanjut, Kadis DLH Situbondo Kholil, SP., M.Pi. tidak memberikan alasan atau jawaba. “Ya besok akan saya turunkan tim bersama dishub untuk ngecek ke Lapangan dan akan kami ambil langkah bersama dishub untuk mengatasi hal tersebut. Jika pupuk cair dengan bau menyengat yang berceceran di pinggir jalan bukan termasuk pencemaran lingkungan,” paparnya
Terkait persoalan pupuk cair berceceran di jalan lingkar Utara, akan berkoordinasikan dengan Dishub agar segera turunkan tim ke lapangan untuk mengecek di lokasi sehingga akan dapat mengambil sikap terkait hal tersebut, secara bersama-sama dengan dishub karena terkait juga dengan soal kelayakan kendaraan angkutan pupuk.
Sementara Wartawan Media Matarajawali.id mencoba mengkonfirmasi langsung kepada Kadishub. Situbondo, Namun Belum ada Tanggapan
Sementara Ketua Bidang LPKPN Aman Taufik Mengatakan “Hal seperti tersebut diatas sering terjadi di beberapa Instansi yang saling melempar tanggung jawab dan seolah-olah terkesan adanya Kesengajaan.
Dalam Penyampaiannya, Aman Taufik juga meminta kepada Bupati Situbondo agar segera melakukan pemanggilan kepada beberapa Kepala Dinas yang sering melakukan lempar tanggung jawab untuk diberi pembinaan supaya mengerti dan paham dengan Tupoksi Instansi yang dipimpinnya.
(Viki)







