SPBU Bontomarannu Diduga Jual Solar Bersubsidi Pakai Jerigen

Foto: SPBU Bontomarannu Diduga Jual Solar Bersubsidi Dengan Jerigen. (Zainal)

Gowa (matarajawali.id) – Salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang terletak di Bontomarannu, diduga melakukan penjualan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar menggunakan jerigen.

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bontomarannu SPBU: 74 921 02 yang terletak di Jl. Malino , Desa Pakkatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, diduga menjual bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar menggunakan jerigen, pada hari Jumat 26/03/2020.

Hasil pantauan awak media di lokasi menemukan penjualan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar menggunakan jerigen, sebanyak puluhan jerigen yang berkapasitas 30 liter.

Hal tersebut sangat bertentangan dengan peraturan SPBU dimana di katakan hanya boleh menyalurkan bahan bakar minyak BBM jenis premium dan minyak solar (Bersubsidi/PSO) untuk penggunaan akhir, dan dilarang keras menjual jenis premium dan minyak solar pada wadah kemasan /jerigen untuk di jual kembali ke konsumen.

Sedangkan perdistribusian dan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) jelas sudah di atur sesuai dengan peraturan Presiden Republik indonesia nomor 191 tahun 2014 tentang penyediaan, pendistribusian, dan harga jual eceran bahan bakar minyak (BBM).

Peraturan Presiden Nomor 15 tahun 2012 tentang harga jual eceran dan pengguna jenis BBM tertentu, Permen ESDM No. 8 tahun 2012 dan Undang-Undang (UU) Migas Nomor 22 Tahun 2001 Pasal 55 dalam pasal 55 disebutkan: Setiap orang yang menyalahgunakan Pengangkutan dan/atau Niaga Bahan Bakar Minyak yang disubsidi Pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp60.000.000.000 (enam puluh miliar rupiah).

Namun nampaknya hal ini sama sekali tidak diindahkan oleh SPBU 74 921 02 tersebut di duga pembelian melalui Jerigen tetap dilayani bahkan hampir setiap hari.

Sementara itu Manager SPBU Bontomarannu sampai pemberitan ini diterbitkan belum bisa di konfirmasi awak media.

Reporter : Saenal Abidin