Warga Keluhkan Nilai Desil Tinggi, Dinsos Kota Metro Jelaskan Faktor dan Mekanisme Pembaruan Data

Foto: Warga Keluhkan Nilai Desil Tinggi, Dinsos Kota Metro Jelaskan Faktor dan Mekanisme Pembaruan Data. (Ist)

METRO (Matarajawali.id)— Sejumlah masyarakat di Kota Metro masih mengeluhkan nilai desil yang dinilai terlalu tinggi sehingga berpengaruh terhadap status kelayakan mereka dalam menerima bantuan sosial (bansos). Persoalan tersebut menjadi perhatian masyarakat karena hasil pemeringkatan desil digunakan sebagai salah satu gambaran kondisi sosial ekonomi keluarga. kamis (10/09/2026)

Mendampingi Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kota Metro Yuda Yunianto, Nela Kurnia Anggraini, menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami bahwa penentuan nilai desil tidak semata-mata berdasarkan besar kecilnya penghasilan.

Menurutnya, desil merupakan hasil pemeringkatan kondisi sosial ekonomi rumah tangga berdasarkan data yang terdapat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dalam materi sosialisasi Dinsos Kota Metro, semakin tinggi nilai desil atau mendekati angka 10, maka semakin baik kondisi kesejahteraan keluarganya. Hal ini menjadi salah satu alasan munculnya keluhan masyarakat ketika nilai desil yang mereka miliki dianggap tidak sesuai dengan kondisi kehidupan sehari-hari.

Seketaris Dinsos Kota Metro Yuda Yunianto menjelaskan terdapat 14 faktor yang dapat memengaruhi nilai desil keluarga. Artinya, nilai desil tidak hanya melihat berapa besar penghasilan yang diterima sebuah keluarga.Faktor pertama adalah kepemilikan rumah. Status rumah, apakah milik sendiri, kontrak, sewa atau menumpang, dapat menjadi bagian dari indikator yang dinilai. Kemudian terdapat kondisi fisik rumah, termasuk bahan bangunan, lantai, dinding dan atap. Kondisi rumah yang dinilai lebih baik dapat berpengaruh terhadap skor desil.

Lebih lanjut, Faktor berikutnya adalah akses air minum layak, fasilitas sanitasi, serta daya listrik yang digunakan oleh keluarga.Selain itu, kepemilikan aset transportasi, seperti sepeda motor maupun mobil, juga menjadi bagian dari indikator. Demikian pula dengan kepemilikan aset elektronik seperti televisi, kulkas, pendingin ruangan dan peralatan elektronik lainnya. Tidak hanya itu, kepemilikan aset berharga, sumber penghasilan, tingkat pendidikan tertinggi anggota keluarga, kepesertaan jaminan kesehatan, kepesertaan pada lembaga keuangan, jumlah anggota keluarga hingga kesesuaian dan kelengkapan data juga dapat memengaruhi pemeringkatan.

“Dengan demikian, masyarakat yang merasa memiliki kondisi ekonomi kurang mampu tetapi memperoleh desil tinggi perlu memahami bahwa sistem pemeringkatan mempertimbangkan berbagai indikator secara keseluruhan. Penentuan desil bukan kewenangan Dinsos daerah persoalan lain yang perlu dipahami masyarakat adalah mengenai pihak yang melakukan pemeringkatan desil. Dinas Sosial Kota Metro, Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan pemeringkatan desil berdasarkan data yang telah melalui proses verifikasi dan pemutakhiran. Karena itu, Dinsos Kota Metro tidak secara sepihak menentukan apakah seseorang masuk desil rendah maupunmembant, ” Kata dia

Lebih lanjut, Dinsos lebih berperan dalam membantu proses pendataan, verifikasi, pengusulan serta pemutakhiran data masyarakat melalui mekanisme yang telah ditentukan.Dengan adanya sistem tersebut, perubahan kondisi ekonomi masyarakat dapat menyebabkan nilai desil berubah. Materi Dinsos juga menegaskan bahwa hasil usulan pembaruan desil dapat naik maupun turun.Ada sejumlah indikator yang dapat membuat seseorang dinilai tidak layak menerima bansos

Dalam materi sosialisasi lainnya, Dinsos Kota Metro menjelaskan bahwa penerima bansos dapat dinyatakan tidak layak apabila berdasarkan hasil pencocokan data terintegrasi ditemukan indikator tertentu. Sedikitnya terdapat delapan indikator penentu kelayakan bansos yang ditampilkan dalam materi tersebut.

Di antaranya adalah terdeteksi memiliki aset mewah berdasarkan data Korlantas dan Samsat, memiliki sertifikat tanah berlebih berdasarkan data ATR/BPN, serta penggunaan listrik dengan batas tertentu berdasarkan data PLN. Selain itu, status pekerjaan juga menjadi salah satu indikator. Data yang menunjukkan seseorang atau anggota keluarga memiliki pekerjaan tertentu yang masuk kategori tidak sesuai dengan kriteria penerima bansos dapat memengaruhi status kelayakannya.

Indikator lainnya meliputi masuk ke dalam desil ekonomi mampu, pendapatan yang dinilai tidak sesuai kriteria, transaksi keuangan dengan nominal tinggi secara rutin, serta kepemilikan aset lainnya yang terdeteksi melalui data terintegrasi.

Dalam hal tersebut juga dijelaskan bahwa bansos kementerian sosial ditujukan bagi kelompok desil tertentu yang masuk kategori membutuhkan. Karena itu, masyarakat yang masuk kelompok desil ekonomi lebih tinggi dapat dinyatakan tidak layak sesuai ketentuan program.

Data terintegrasi dari berbagai lembaga sistem penentuan kelayakan bansos juga tidak hanya menggunakan satu sumber data.  Dinsos Kota Metro disebutkan adanya pencocokan data dari sejumlah lembaga, antara lain Korlantas, ATR/BPN, PLN, BKN, Samsat, BPS, BPJS Ketenagakerjaan dan DTSEN.

Pencocokan lintas lembaga tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan sosial diberikan kepada masyarakat yang benar-benar memenuhi kriteria. Tujuannya adalah mewujudkan bansos yang tepat sasaran sekaligus mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam penyaluran bantuan.

” Jika masyarakat merasa desilnya tidak sesuai. Bagi masyarakat yang merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan data desil yang tercatat, Dinsos Kota Metro juga memberikan informasi mengenai cara mengusulkan pembaruan desil. Masyarakat dapat menggunakan aplikasi Cek Bansos Kemensos. Berdasarkan panduan yang ditampilkan, pengguna dapat masuk menggunakan akun yang telah terdaftar. Bagi yang belum memiliki akun, dapat melakukan pendaftaran terlebih dahulu dengan melengkapi data yang diperlukan.

“Setelah masuk ke aplikasi, masyarakat dapat memilih menu Profil, kemudian memilih Request Pembaruan Data. Selanjutnya pengguna menyetujui pengunggahan data dan mengisi pertanyaan sesuai dengan kondisi ekonomi yang sebenarnya.Data tersebut kemudian akan melalui proses verifikasi sebelum dilakukan pemeringkatan. Bisa dilakukan melalui kantor kelurahan Selain melalui aplikasi, masyarakat juga dapat mengajukan pembaruan data melalui kantor kelurahan. masyarakat dapat datang ke kantor kelurahan dengan membawa dokumen pendukung seperti fotokopi Kartu Keluarga (KK) atau KTP, foto rumah, serta ID pelanggan PLN atau nomor meter listrik.

Selanjutnya masyarakat dapat berkonsultasi dan mengajukan pembaruan data desil kepada operator SIKS-NG.Operator kemudian memproses usulan perubahan data melalui sistem. Setelah itu, data akan diverifikasi oleh petugas dan selanjutnya dilakukan pemeringkatan desil oleh BPS. Dengan mekanisme tersebut, masyarakat tidak perlu hanya mengeluhkan nilai desil yang dianggap tinggi, tetapi dapat mengikuti prosedur pembaruan data apabila memang terdapat ketidaksesuaian.

Dinsos Kota Metro juga mengingatkan masyarakat agar memastikan data keluarga selalu benar, lengkap dan sesuai dengan kondisi sebenarnya. Pemutakhiran data dinilai penting agar program bantuan sosial dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Masyarakat diminta memahami sistem desil
Keluhan masyarakat mengenai tingginya nilai desil diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman mengenai sistem pendataan sosial ekonomi.Sebab, nilai desil tidak berdiri berdasarkan satu indikator saja. Kondisi rumah, aset, listrik, kendaraan, pekerjaan, pendidikan, jaminan kesehatan, kondisi keuangan dan sejumlah indikator lainnya dapat saling berkaitan dalam menentukan posisi sebuah keluarga dalam pemeringkatan.

Karena itu, apabila masyarakat mengalami perubahan kondisi ekonomi atau menemukan data yang tidak sesuai, pembaruan data menjadi langkah penting. Dinsos Kota Metro mengajak masyarakat bersama-sama mendukung pemutakhiran DTSEN agar penyaluran bantuan sosial dapat semakin tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh keluarga yang berhak. (ars)

BAGIKAN