Metro (matarajawali.id)-Pemandangan ironis terjadi di Bulak Sari Kelurahan Hadimulyo Timur Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro. Ketika warga terpaksa menguras tenaga dan kantong pribadi untuk memperbaiki sekitar 900 meter jalan rusak, Pemerintah Kota Metro justru seperti menghilang dari tanggung jawabnya. Selasa (18/11/2025).
Ruas jalan yang sudah lama dikeluhkan itu akhirnya dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat. Mulai dari membeli pasir, batu,aspal hingga menutup lubang-lubang besar yang membahayakan pengendara—semuanya dilakukan tanpa bantuan pemerintah.
“Laporan sudah sering, tapi tidak ada realisasi. Kalau menunggu pemerintah, mungkin jalan ini tambah hancur,” kata Sayuti salah satu warga yang ikut turun langsung.
Yang membuat warga makin geram, Walikota Metro hingga kini tidak memberikan satu pun pernyataan resmi terkait kerusakan jalan maupun aksi swadaya warga tersebut. Tidak ada klarifikasi. Tidak ada penjelasan. Tidak ada tindak lanjut. Seolah-olah keluhan masyarakat hanya angin lalu.
Sikap bungkam ini menimbulkan tanda tanya besar:
Mengapa warga bisa bergerak lebih cepat daripada pemerintah? Kemana anggaran perbaikan infrastruktur yang seharusnya menyentuh kebutuhan dasar seperti jalan?. Dan sampai kapan pemerintah membiarkan warga bekerja sendirian?
Di tengah kebutuhan infrastruktur yang mendesak, diamnya pemimpin daerah justru memperdalam kekecewaan publik. Warga berharap Pemerintah Kota Metro segera turun ke lapangan, bukan hanya hadir saat seremoni, tetapi menghadirkan solusi nyata untuk perbaikan jalan-jalan rusak di kota ini. (Aris/Ninggolan)







