Metro (matarajawali.id) – Salah satu korban penipuan Surat Keputusan (SK) Tenaga Kontrak di lingkungan Pemerintah Kota Metro kembali angkat bicara.
Korban yang tidak ingin disebutkan namanya, sebut saja AN, mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah akibat ditipu oleh seorang oknum berinisial ZK. Peristiwa ini diungkapkan pada Senin (9/06/2025).
AN menjelaskan bahwa ia telah dimintai uang sebesar Rp30 juta oleh ZK, dengan iming-iming bahwa sang istri akan diterima bekerja sebagai tenaga kontrak di Pemerintah Kota Metro.
“Ya, saya langsung serahkan uang sebesar Rp30 juta ke ZK itu, Mas. Tidak lama setelah itu, SK-nya diantar ke rumah oleh ZK. Dia juga menyuruh kami untuk mempersiapkan diri karena katanya akan segera mulai bekerja,” jelasnya.
Lebih lanjut, AN mengatakan bahwa segala persiapan sudah dilakukan, mulai dari seragam hingga membuka rekening bank atas nama istrinya. Hal ini karena ZK menyebutkan bahwa gaji akan segera ditransfer setelah SK diterima.
“Semuanya sudah kami siapkan, Mas. ZK juga bilang gajinya akan langsung masuk, makanya kami buru-buru buat rekening atas nama istri,” tambahnya.
Namun, setelah menunggu cukup lama, tidak ada kejelasan mengenai penempatan kerja. Bahkan, saat istrinya mendatangi Kantor BKD untuk mengklarifikasi SK tersebut, pihak dinas menyatakan bahwa nomor dalam SK itu tidak terdaftar.
“Istri saya sampai datang ke kantor BKD, Mas, bawa SK dari ZK itu. Tapi setelah dicek, ternyata nomor SK tersebut tidak terdaftar dan dinyatakan tidak sah,” Eluhnya
Sebelumnya diberikan Matarajawali. Id
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Metro, Welly Ardinata, menegaskan bahwa Surat Keputusan (SK) yang beredar merupakan hasil penipuan.
Ia menyatakan bahwa tanda tangan yang tercantum dalam SK tersebut telah dipalsukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
“SK itu murni penipuan. Tanda tangan saya dipalsukan oleh oknum. Silakan tanyakan langsung kepada pihak yang bertanggung jawab,” tegas Welly.
Ia juga mengungkapkan bahwa oknum yang diduga terlibat merupakan pegawai dari BPBD dan mengaku sebagai saudaranya, meski Welly sendiri membantah adanya hubungan keluarga.
“Itu murni penipuan, Mas. Pelakunya anak BPBD. Katanya mengaku saudara saya, padahal saya sendiri tidak tahu dia itu siapa,” jelasnya.
Lebih lanjut, Welly menyebutkan bahwa korban penipuan ini cukup banyak, dan semua diduga tertipu oleh oknum pegawai tersebut.
“Saya mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan hal-hal seperti ini. Segala proses penerimaan pegawai di lingkungan pemerintahan harus melalui jalur resmi,” pungkasnya. (ars)







