Situbondo (Matarajawali.id)- Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup Kabupaten Situbondo dan Lembaga Peduli Lingkungan (LPLH) Tapalkuda memusyawarahkan terkait program kerja bakti sosial kelestarian sumber daya Ikan (SDI) konservasi pesisir terpadu yang akan dilakukan April atau Mei mendatang.
Kegiatan kelestarian SDI yang akan dilakukan LPLH Tapalkuda ini bertujuan menciptakan generasi milenial cinta Lingkungan Hidup Kehutanan dan serta laut nusantara. Sebagai motivasi pelestarian pemberdayaan masyarakat terhadap terumbu karang rumah ikan atau biota laut ini dengan menggunakan barang bekas seperti ban mobil untuk berkembang biak terumbu karang.
Rencana tersebut merupakan program pergerakan LPLH Tapalkuda guna mengawali perubahan Situbondo tanpa menggunakan APBD. Melainkan dengan swadaya masyarakat yang benar cinta terhadap kelestarian ekosintem.
Kepala Dinas DLH Situbondo Kholil mengatakan, sangat mendukung rencana LPLH Tapalkuda untuk menciptakan rumah ikan dari ban bekas ini bisa menjadi manfaat untuk terumbu karang berkembang biak.
“Dalam keorganisasian masyarakat jadilah yang terbaik, jika tidak mampu menjadi terbaik jadilah yang mengawali atau yang pertama kali dalam berbuat manfaat, jika masih tidak mampu berbuat mengawali maka berbuatlah yang beda dengan ormas lainnya namun bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.” terangnya (07/02/2021)
Sementara itu pendiri LPLH Tapalkuda, Ilham Fahruzi yang sering disapa Ujik menerangkan, sebagai pelestari lingkungan hidup yang selalu berusaha hadir berbuat manfaat ditengah masa pandemi covid-19, nantinya untuk perbaikan perekonomian masyarakat setempat kedepannya.
“Disamping itu kami juga mensuport program pemerintah pusat dan daerah, sehingga keberadaan kami hadir bukan hanya pengkritisi saja melainkan bersama-sama menyelesaikan masalah terkait lingkungan hidup tanpa masalah baru yang ditimbulkan,” pungkasnya (Viki)







