Tak Bayar Biaya Sewa Mobil, Sekdes Paowan Dilabrak Warga

Foto: Tak Bayar Biaya Sewa Mobil, Sekdes Paowan Dilabrak Warga. (Viki)

SITUBONDO (Matarajawali.id) – Lantaran tak membayar sewa mobil, Sekretaris Desa (Sekdes) Paowan, Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo, Muhammad Faisol dilabrak pemilik mobil yaitu Juma’adin warga KP Kesambiyan RT 01 RW 01 Desa Pawoan.

Saat diwawancarai awak media, Juma’adin yang didampingi istrinya menjelaskan, sewa mobil tersebut terjadi pada 25 Juli 2020 lalu. Sekdes Pawoan menyewa mobil pick up miliknya selama tiga bulan dan akan segera melunasi biayanya setelah mobil dikembalikan.

“Mobil itu dikembalikan pada 29 Oktober 2020. Tapi biaya sewanya belum dibayar sampai sekarang. Makanya saya beserta istri kesini minta agar Sekdes Pawoan melunasi biaya sewa mobil saya,” katanya di kantor Desa Paowan, Rabu (3/2).

Dikatakanya, sesuai perjanjian, biaya sewa mobil Grand Max miliknya kepada Sekdes Pawoan sebesar Rp.200 ribu per hari. Namun, saat diminta untuk membayar sang Sekdes terus menghindar hingga saat ini.

“Saya sudah kesana kemari berapa bulan ini. Saat kerumah pak sekdes selalu tidak ada bahkan saya seperti seorang pengemis, selalu saya kesana istri pak Faisol selalu bilang tidak ada. Kami hanya minta uang kami segera dilunasi. Kerugian yang kami alami sebesar Rp. 25 juta,” paparnya.

Juma’adin mengaku emosi lantaran ia mendengar bahwa Sekdes Paowan tidak mau bertanggung jawab melunasi piutang biaya sewa mobil miliknya.

“Saya bukan orang punya, saya gotong padi jadi kasihani saya mana uang saya. Kami sudah lama mencarinya, datang kerumahnya pagi, siang dan malam selalu tidak ada. Dan ada pernyataan bahwa tidak mau tanggung jawab, saya memang orang miskin tapi saya bukan orang bodoh,” tandasnya.

Pihaknya meminta sang Sekdes untuk secepatnya menyelesaikan permasalahan ini. Sebab, ia akan melaporkan ke pihak yang berwajib jika piutang tersebut tidak segera dilunasi.

“Intinya secepatnya bayar saya tidak mau tahu, kalau tidak kami akan laporkan semuanya ini. Apalagi ada bukti surat pernyataan bermaterai yang ditandatangani oleh Sekdes dan pak Kades Paowan bapak Saiful Hadi,” tegasnya.

Reporter dari media ini sempat dilarang untuk meliput kejadian ini, Sekdes Paowan menanyakan tanda pengenal. Akan tetapi setelah menunjukkan kartu pengenal media ini terus merekam kejadian tersebut. (Viki)

BAGIKAN