Jogja (Matarajawali.id)– BMT Bina Ihsanul Fikri (BMT BIF) yang merupakan lembaga keuangan mikro syariah berada di bawah payung hukum Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) mulai menggandeng Public Gold Indonesia untuk mengembangkan sayap bisnisnya.
Dengan didukung 10 kantor cabang yang tersebar di seluruh wilayah DIY, serta memiliki lebih 46.000 anggota. Dewan pengurus BMT BIF yang berkantor pusat di Rejowinangun pun mengandeng Public Gold Indonesia, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas usaha ekonomi demi kesejahteraan anggotanya.
“Public Gold sangat serius dalam membina kerja sama dengan berbagai pihak untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia, khususnya Yogyakarta agar lebih sejahtera dengan emas,” ungkap Dato’ Wira Louis Ng, pendiri sekaligus CEO Public Gold Group dalam sambutannya saat grand opening kantor cabang Yogyakarta Public Gold Indonesia, di Jalan Laksda Adi Sucipto No 14 Demangan Gondokusuman Kota Yogyakarta, Rabu (14/6/2023), yang dihadiri pejabat pemerintah terkait serta perwakilan dari pengurus BMT BIF.
Kegiatan diawali dengan sekolah anggota BMT BIF yang dihadiri lebih 54 peserta, lalu dilanjutkan edukasi investasi emas yang disampaikan oleh Riana Dewi Rifayani, Country Manager PT Public Gold Indonesia, yang langsung mendapat tanggapan positif dari para pesertanya.
Penandatangan kerjasama antara BMT BIF dan Public Gold Indonesia diwakillkan oleh Saifu Rijal, S.H, M.M, pengurus pusat BMT Bina Ihsanul Fikri (BMT BIF) dan Ulin Nuha, kepala kantor cabang Public Gold Indonesia di wilayah Yogyakarta. Disaksikan oleh Sutardi selaku manager BIF Pusat , Yeni selaku finance and accounting dan Riana Dewi Rifayani, Country Manager PT Public Gold Indonesia. (Bachtiar).







