Langkat.(matarajawali.id)--Dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di SDN O53995 Teluk Meku Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat Provinsi sumatera Utara diduga diselewengkan salah seorang pegawai sekolahnya dan hingga kini menjadi pembahasan publik. Rabu (21/12/2022)
Salah seorang wali murid di SDN O53995 yang saat ini namanya tidak ingin disebutkan berinisial A mengungkapkan kepada wartawan jika oknum pegawai sekolah tersebut diduga melakukan penyelewengan uang demi keuntungan pribadi.
“Kemarin waktu mau ambil uang buku di ambil guru untuk mencairkan uang dan juga guru mintak tanda tangan sama wali murid karna alasannya orang bank mintak guru yg ambil supaya jangan ramai kali di bank itu kataya begitu maka di mintak guru lah sama wali murid tanda tangan supaya ada kuasa mengambil uang di bank tapi kalau gak ada tanda tangan dari wali murid guru tidak bisa ambil tapi ini lah yang terjadi”. Ujarnya
Dijelaskan lagi jika bantuan yg tercatat di saldo Rp. 1,350.000 tapi yang di kasih kepada murid cuman Rp. 450.000 begitu mau diambil sisanya orang bank mengatakan uangnya sudah habis. Ujarnya penuh heran
Dijelaskannya lagi “di buku rekening itu awak tengok tangal 12 bulan 11 uang masuk Rp. 1.350.000 dan di tanggal yg sama uang itu di tarik habis Rp. 1.350.000, maka saldonyakan kosong dan di tanggal 30/11/2022 uangnya bisa ditarik Rp. 450.000 dan di saldonya ada Rp.450.000 begitu mau di ambil sisa uangnya ini di bilang orang bank saldonya kosong, cobalah tengok buku rek itu agak menganjal”. Ujarnya lagi sambil memperlihatkan buku tabungan
Kepala sekolah SDN O53995 Teluk Meku saat di konfermasi wartawan melalaui telpon selurer whatsapp menjelaskan jika tidak mengatahui mengenai permasalahan dugaan penyelewengan dana PIP murid karena masalah PIP di serahkan kepada operator sekolah bernama usuf dan mengarahkan agar menanyakan langsung sama beliau dan berjanji akan memberikan nomor seluler operator sekolah tersebut.
Namun hingga berita ini naik kepermukaan nomor seluler Ops Usuf belum di berikan hingga belum dapat di peroleh informasi tanggapan mengenai keluhan wali murit mengenai dana PIP.
Bahkan anehnya dari informasi yang dihimpun melalui wali murit jika Ops usuf sudah melakukan kegiatan untuk mendatangi wali-wali murit setelah dana PIP menjadi pembatasan publik dan dijelaskan kepala sekolah lagi melalui pesan whatsapp kepada wartawan “jika menurut keterangan ops usuf sudah menjelaskan kepada ibu itu”. Ujarnya singakat tanpa menjelaskan ibu siapa yang di maksud dan apa yang dijelaskan. (Rtar)







