Langkat (matarajawali.id)- Bangunan jembatan di Desa Belinteng, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara yang dinilai hanya menjadi pajangan karna belum bisa dilalui kenderaan roda tiga dan empat.Jum’at (21/10/2022)
Jembatan yang dibangun Dinas PUPR Bidang Binamarga Pemkab Langkat yang dikerjakan CV. Lubuk Mas dengan anggaran bersumber DAK APBD 2021 dengan biaya Rp. 860 juta ini diduga dikerjakan asal jadi dan terburu-buru karena pengerjaannya sudah melewati batas waktu.
Sehingga, Walau sudah setahun selesainya jembatan penghubung Dusun lau Serden menuju dusun tanjung merawa yang sekaligus menghubungkan Desa Belinteng menuju Desa rumah galoh dan desa telagah kecamatan sei bingai tersebut selesai dikerjakan namun terkesan mubazir karena tidak bisa dilalui kendaraan roda tiga atau pun roda empat.
Anehnya, salah seorang Staf Bidang Bina Marga Dinas PUPR Pemerintah kabupaten Langkat bernama Nurdin saat dikonfermasi wartawan terkait kondisi fisik bangunan jembatan lau Serden Desa Belinteng yang hingga kini belum bisa dilalui kenderaan roda empat mengatakan bahwa pihaknya tidak peduli mau siapa pun yang mau melewati jembatan itu. “Yang penting sudah kami kerjakan,” ujarnya
Sementara itu Plt. Dinas PUPR Langkat Khairul Azmi ketika akan dikonfirmasi terkait pembangunan jembatan yang diduga asal jadi dan terindikasi mark up tersebut tidak dapat ditemui. Menurut beberapa staf di ruangannya jika Plt. Kadis PURP sedang sekolah di yogya.
Di tempat terpisah Koordinator Aliansi Langkat Bersatu (ALB) Harianto Ginting SH. ketika diminta tanggapannya mengenai jembatan tersebut langsung angkat bicara.
Menurut Harianto Ginting proyek Dinas PUPR Pemkab Langkat yang bersumber DAK TA 2021 dan dikerjakan oleh CV.Lubuk Mas ini sudah tidak sesuai dengan besaran anggaran yang digelontorkan dan terindikasi diduga telah terjadi mark up.
“Pembangunan proyek jembatan ini akan kita laporkan ke kejaksaan atau ke kejati Sumut”.
Ujar Harianto Ginting yang juga merupakan Advokad ini.
Di tambahkan beliau lagi, jika pembangunan jembatan tahun 2021 dengan biaya yang cukup mahal, namun kenyataannya hingga saat ini belum bisa dilalui untuk mengangkut hasil pertanian dengan kenderaan roda tiga dan roda empat sangat menjadi pertanyaan besar.
Karna pada akhirnya jika masyarakat ingin membawa hasil pertanian atau perkebunan harus menyeberang melalui sungai kecil di sisi jembatan yang dibangun tersebut. Ujarnya menutup komentar (Rtar)







