Probolinggo (matarajawali.id)-
Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Probolinggo melakukan peningkatan kapasitas UMKM di jalur PHJD (Program Hibah Jalan Daerah) Tongas-Sukapura di Balai Desa Sukapura Kecamatan Sukapura, Kamis hingga Sabtu (14-16/7/2022).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program Kesetaraan Gender dan Inklusi Sosial Dalam Infrastruktur (GESIT) yang disponsori oleh Kemitraan Indonesia-Australia untuk Infrastruktur (KIAT).
Peningkatan kapasitas UMKM di jalur PHJD Tongas-Sukapura ini diikuti oleh 15 orang peserta terdiri dari 11 UMKM dari Kecamatan Sukapura, 2 UMKM dari Kecamatan Tongas dan 2 UMKM dari Kecamatan Lumbang.
Selama kegiatan, mereka mendapatkan materi dari pelaku UMKM dari keripik kentang dari Kecamatan Sukapura yang memang memiliki usaha keritik kentang yang selama ini sudah berjalan. Selain itu juga ada materi motivasi kewirausahaan, packaging dan pemasaran.
Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo Taufik Alami didampingi Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj. Nurayati, perwakilan Bank Jatim Cabang Kraksaan serta Kepala Desa Sukapura Untung Arsiadi.
Ketua FLLAJ Dishub Kabupaten Probolinggo Taufik Alami mengharapkan kegiatan ini bisa meningkatkan kapasitas UMKM yang ada di jalur PHJD Tongas-Sukapura sehingga mampu mengangkat perekonomian masyarakat.
“Setidaknya dengan adanya motivasi wirausaha ini mereka bisa semakin meningkatkan kualitas produk UMKM yang dihasilkan dan dapat menarik minat masyarakat untuk membelinya sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.
Sementara Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj. Nurayati mengatakan kegiatan ini difokuskan pada pelatihan pembuatan keripik kentang. Akan tetapi juga melibatkan pelaku keripik pisang dan keripik singkong yang sama-sama keripik. Tinggal nanti dilihat perbandingan hasilnya.
“Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas, skill dan ilmunya sehingga hasil yang didapat bukan hanya dari packing sampai pemasaran saja. Namun disitu hasil yang didapat itu lebih baik dari sebelumnya,” katanya.
Nurayati mengharapkan ke depan ada peningkatan dari produk UMKM yang selama ini dihasilkan oleh ibu-ibu agar bisa bersaing dengan yang lain, sehingga hasil dari pelatihan ini akan memungkinkan produk keripik kentang itu lebih baik.
“Paling tidak ada peningkatan skill dan ilmu yang didapat mulai dari packaging yang awalnya asal-asalan pokok ada bungkus, tetapi nanti bisa lebih bagus. Sebab seseorag bisa tertarik terhadap produk itu karena packagingnya bukan karena isinya,” terangnya.
Menurut Nurayati, peningkatan kapasitas UMKM ini sangat dibutuhkan untuk memperkokoh dan memperkuat didalam peningkatan pendapatan dalam keluarga. Terutama kepada kalangan ibu-ibu karena kegiatan ini fokusnya kepada perempuan.
“Kegiatan ini merupakan salah satu program GESIT melalui KIAT. Dengan adanya jalur PRIM yang bagus, berkeselamatan, enak dan nyaman harus ada imbasnya. Kalau hanya jalan bagus tanpa imbas ke perekonomian maka kurang maksimal hasilnya,” pungkasnya. (Dav)







