SMPK Wona Kaka Salurkan Dana PIP Tahun 2022, Siswa Sumbang Sebagian Untuk Bangun Gereja

Foto: SMPK Wona Kaka Salurkan Dana PIP Tahun 2022, Siswa Sumbang Sebagian Untuk Bangun Gereja. (Ist)

Kodi Utara (matarajawali.id)-Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan meluncurkan berbagai program agar proses belajar dapat berjalan lebih efektif. Program yang diluncurkan pemerintah pusat adalah Program Indonesia Pintar (PIP).

Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk uang tunai dari pemerintah untuk peserta didik. Bantuan ini diberikan untuk peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu sehingga mengalami kesulitan untuk membiayai pendidikan yang akan di tempuh.

Pembiayaan PIP dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan baik perlengkapan sekolah, uang saku, biaya transportasi hingga pembiayaan untuk uji kompetensi.

Demikian disampaikan oleh Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Katholik Wona Kaka, Vinsensius Ngongo Righuta, S.Ag pada media ini saat penyaluran disekolah tersebut Selasa (5/7),

ia mengatakan, hari ini pihaknya telah melakukan penyaluran dana PIP bagi siswa untuk bulan Juni tahun 2022. Dan bantuan ini merupakan bantuan dari Kemendikbud Ristek. Dengan tujuan untuk menarik siswa yang putus sekolah agar dapat melanjutkan pendidikannya. Sedangkan mekanisme pencairannya, bulan Juli dan Desember.

“Karena dana tersebut, baru dicairkan pekan lalu dan bertepatan dihari libur, sehingga baru hari ini kita melakukan penyaluran. Dan penyaluran saat ini, kita lebih prioritas kepada siswa kelas tiga (9) yang sudah tamat dan mendaftar di SMA. Sedangkan yang kelas satu (7) dan kelas dua (8) yang bakal naik ke kelas dua dan tiga tahun ini, rencananya akan dilakukan penyaluran saat mereka melakukan pendaftaran ulang,”jelasnya.

Sedangkan jumlah keseluruhan penerima bantuan PIP tahun ini khususnya di SMPK Wona Kaka, ada 140 orang siswa. Dengan rincian, siswa kelas satu dan kelas dua berjumlah 99 orang. Kemudian untuk siswa kelas tiga berjumlah 41 orang.

“Adapun besaran yang diterima setiap anak bervariasi, untuk siswa kelas satu dan kelas dua, berkisar dari Rp.375,000 (tiga ratus tujuh puluh lima ribu rupiah); Rp.1.125.000,00 (satu juta seratus dua puluh lima ribu rupiah); Rp.1.425.000,00 (satu juta empat ratus dua puluh lima ribu rupiah); sampai Rp.1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah). Sedangkan untuk siswa kelas tiga berkisar di Rp.375 ribu. Dan bagi mereka yang nominalnya besar, sangat dimungkinkan dia belum cairkan tahun lalu. Sedangkan yang nominal Rp.375 ribu sudah jelas mereka cair tahun sebelumnya,”ungkapnya.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan, sebelum penyaluran, pihaknya meminta para penerima bantuan agar ikut berpartisipasi dalam pembangunan Gereja Katholik Homba Karipit. Dengan suka rela dari siswa itu sendiri, sehingga para memberikan sumbangan tersebut. Artinya, ini bukan pemotongan, melainkan sumbangan.

“Terkait besaran sumbangan, sangat tergantung nominal yang didapat setiap anak. Jika yang nilainya Rp.375 ribu, mereka sumbang Rp.75 ribu. Dan yang nilainya Rp.1 keatas, mereka sumbang Rp.125 ribu. Dan bagi mereka yang keberatan, kita juga tidak memaksakan. Karena ini menyangkut kerelaan. Sebab tahun lalu juga hal yang sama apa yang kita lakukan saat ini, dengan meminta partisipasi dari mereka sendiri,”terangnya.

Pihaknya berharap kepada siswa, agar bantuan ini digunakan untuk membantu biaya peserta didik untuk membeli perlengkapan sekolah, seperti seragam sekolah, sepatu, buku dan pulpen serta kebutuhan lainnya,”pungkasnya.

Disamping itu juga, selaku penerima bantuan, siswa kelas tiga (9) yang saat ini telah mendaftar di SMA Santa Maria Homba Karipit, Agustinus Kondo, mengatakan, saya sudah menerima dana PIP sebesar Rp.375 ribu. Dan dana yang saya sumbang untuk pembangunan Gereja sesuai permintaan Kepsek diawal penyaluran, sebesar Rp.75 ribu. Sedangkan sisanya Rp.300 ribu, saya gunakan untuk kebutuhan dan biaya sekolah,”jelasnya.

Jurnalis~”Rovyn Tenge”