Lampung Tengah (matarajawali.id)- Kampung Purnama Tunggal, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah, akan menggelar pemilihan kepala kampung bulan Agustus mendatang. Ada 5 bakal calon yang menyatakan maju sebagai kandidat. Semuanya adalah warga asli Kampung Transmigrasi Angkatan Darat (Transad) Purnama Tunggal.
Kami mengawali menemui bakal calon kepala kampung yang bernama Sabariyanto. Bakal calon satu ini termasuk senior jika dilihat dari usia dibandingkan yang lainnya. Kiprahnya di Kampung Purnama Tunggal tidak bisa diremehkan. Sabariyanto pernah menjabat kepala Kampung Purnama Tunggal tahun 2008 hingga 2014.
Kami menemui Sabariyanto disela-sela kegiatan pentas seni kuda lumping, yang digelar di lapangan Kampung Purnama Tunggal, beberapa waktu lalu. Menurut Sabariyanto, dia menginginkan ada perubahan kampung secara keseluruhan.
Dia mengatakan, saya ingin membangun kampung bersama-sama dengan masyarakat. Masarakat kurang kompak karena kurang komunikasi. Jarang kumpul bersama musyarawarah.
“Kami akan duduk bersama dengan masayarakat, tukar pendapat membahas untuk kemajuan kampung,” ujar Sabariyanto.
Jika terpilih sebagai kepala kampung, dia menjanjikan untuk memelihara kerukunan warga. Yang kedua dia akan memberdayakan pemuda dengan meningkatkan kegiatan olahraga.
“Makanya kami kemarin bergotong royong bersama membersihkan lapangan. Dan sekarang kami upayakan dengan gladi dalam rangka memperingati ulang tahun Kabupaten Lampung Tengah. Ulang tahun Lampung Tengah ,” jelasnya.
Ditanya seberapa besar keyakinan terpilih sebagai kepala kampung? Dia menyebut 70 persen terpilih sebagai kepala kampung. Semua bakal calon lainnya Sabariyanto merasa semua calon adalah lawan yang berat. Tetapi dia memiliki keyakinan bakal menang pemilihan.
“Saya optimis saya akan berjuang keras, karena warga Purnama Tunggal tahu watak dan jiwa (masing-masing calon),” tegasnya.
Kepada semua calon dia berpesan, agar berkompetisi secara ramah tamah, rukun, dan tidak menjelekkan antar kandidat. Jika salah satu terpilih tetap bersatu dan semua membangun Kampung Purnama Tunggal.
Zainal Arifin, merupakan bakal calon paling muda diantara bakal calon lainnya. Pria yang kini bekerja sebagai pendamping desa ini sangat memahami pemerintahan kampung. Sebab dia dulu pernah menjabat Sekretaris Kampung Purnama Tunggal. Zainal mendampingi Kepala Kampung Siwi Tejo Pramono selama beberapa tahun.
“Yang satu panggilan hati, untuk bekerja membangun kampung,” ujar Zainal, menjawab pertanyaan wartawan tentang motivasinya mencalon sebagai Kepala Kampung Purnama Tunggal, beberapa waktu lalu.
Dikatakan Zainal, awal pendirian kampung ini mempunyai sejarah yang luar biasa. Bersamaan keaneragaman berbagai kesatuan program pemerintah kita disalurkan untuk program transmigrasi angkatan darat. Dan disitu sebenarnya Kampung Purnama Tunggal sudah mempunyai sebuah bekal nama besar yang harusnya dilajutkan untuk generasi-generasi selanjutnya.
Tetapi mungkin kondisi kampung kita ada sedikit ada didalam, atau bahasa lainnya kampung ini sedikit tersudut. Tidak kita pungkiri bukan hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga memikirkan untuk pembinaan ekonomi sebagai wujud pembangunan secara real untuk kehidupan masyarakat.
Masih kata Zainal, kampung kita mempunyai sumber daya alam yang luar biasa. Tapi belum dikelola maksimal. Dengan pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya manusia, bisa berdaya saing dari dalam hal perekonomian untuk masyarakat.
Ditanya persiapan menjelang pemilihan kepala kampung, Zainal mengatakan yang utama adalah mempersiapkan berkas persyaratan. Tapi kesiapan mental, sebagai modal kompetisi yang harus dikuatkan.
“Apapun hasil yang terjadi adalah keputusan Tuhan, dengan lantaran masyarakat untuk memilih yang akan memimpin Kampung Purnama Tunggal,” tandasnya.
Diakui Zainal, semua bakal calon mempunyai kelebihan masing-masing. Dia menyebut semua bakal calon adalah saingan yang berat.
Kepada calon yang lain Zainal berpesan, disaat kompetisi ini kita berlaku jujur adil dengan cara yang sehat dan indah. Politik itu tidak kejam, tetapi bagaimana seseorang itu menjalankan politik tergantung individu masing-masing.
“Jadikan moment pemilihan di Kampung Purnama Tunggal sesuai dengan cita-cita pendahulu kampung. Bahwa purnama tunggal didirikan melalui beraneka ragam unsur, budaya, mempunyai cita-cita purnawiran manunggal, ” tegasnya.
Dia menambahkan, disaat ini kita melanjutkan kondisi purnama tunggal yang terblok oleh kepentingan sesaat. Marilah kita bersatu tidak akan pembangunan itu berhasil jika kita bercerai berai.
Nanik Sumiyati, adalah perempuan satu-satunya yang menyatakan mencalon sebagai Kepala Kampung Purnama Tunggal. Nanik adalah pensiunan pegawai negeri, yang puluhan berdinas di Provinsi Bengkulu. Kendati belum ada satu tahun kembali ke kampung halaman, dan bertekad membangun Kampung Purnama Tunggal.
“Panggilan hati untuk membangun Purnama Tunggal,” ujar Nanik Sumiyati, menjawab pertanyaan motivasi pencalonannya sebagai Kepala Kampung Purnama Tunggal.
Menurut Nanik, dia menawarkan kepada masyarakat untuk bekerjasama, bersatu, untuk membangun kampung. Ditanya program kerja jika terpilih, Nanik menjawab normatif.
“Untuk membangun kampung bersama-sama dengan rakyat, dengan cara bekerja keras dan iklas,” jelasnya.
Dikatakan Nanik, di Kampung Purnama Tunggal banyak aset. Dengan aset itu bisa mensejahterakan masyarakat Kampung Purnama Tunggal.
Sebagai calon perempuan satu-satunya, Nanik tidak merasa minder dengan calon lainnya. Ditanya berapa besar keyakinannya terpilih sebagai kepala kampung, Nanik mengatakan menyerahkan kepada Tuhan.
Menurut Nanik, semua bakal calon lainnya adalah saingan yang berat. Kepada bakal calon lainnya dia berpesan, agar menjaga pilkakam dengan damai. Jangan sampai terjadi yang tidak diinginkan oleh warga.
“Siapapun yang jadi kita tetap warga Purnama Tungga, jadi kita juga harus ikut membantu. Jangan ada kericuhan di masyarakat,” pungkasnya.
Diantara calon lainnya, Siwi Tejo Pramono paling berbeda. Sebab dia adalah bakal calon kepala Kampung petahana. Siwi Tejo menjabat kepala Kampung Purnama Tunggal sejak Tahun 2016, dan mengakhiri jabatannya pada bulan April tahun ini.
“Ingin melanjutkan pembangunan di Kampung, dan ingin meneruskan program-program pemerintah daerah, untuk Bapak Bupati Musa Berjaya,” ujarnya, mejawab pertanyaan motivasinya kembali mencalon sebagai Kepala Kampung Purnama Tunggal.
Ditanya apa yang sudah dilakukan selama 6 tahun memimpin kampung? Siwi Tejo menjawab yang dilakukan baru sedikit. Selama 6 tahun ini, efektif hanya 3 tahun. Karena mengalami pandemi Covid-19. Tentang infrastruktur, kami sudah melakukan 95 persen. PAM air, jalan pertanian dan lain-lain sudah kami lakukan.
“Untuk itu akan kami lanjutkan karena program-program kami belum mencapai 60 persen,” jelasnya.
Dia melanjutkan, jika terpilih kami akan melanjutkan pembangunan yang belum selesai. Dan melajutkan komitmen saya dengan Bapak Bupati Musa untuk ikut langsung membangun Kabupaten Lampung Tengah.
Ditanya seberapa besar keyakinannya terpilih kembali, dia menyebut angka 70 persen. Calon lainnya bagi Siwi Tejo adalah lawan yang berat. Tapi sama-sama mempunyai tujuan yang baik. Kepada calon lainnya dia berpesan, agar menjaga situasi kondusif dan menjaga ketentraman masyarakat.
Joko Setiyono, adalah bakal calon kepala Kampung senior dibandingkan 3 bakal calon lainnya. Usianya tidak terpaut dengan Sabariyanto. Guru ngaji ini dengan leluasa memaparkan pemikirannnya.
“Saya fokus kepada melajutkan kepada kepala kampung yang pertama. Bukan hanya sekarang saja,” ujarnya menjawab pertanyaan motivasinya mencalon kepala Kampung Purnama Tunggal.
Dikatakan Joko, semua kepala kampung punya kelebihan dan kekurangan. Saya akan melanjukan kelebihan dengan tampil sesuai dengan ide kita. Untuk menggerakkan masyarakat agar merasa memiliki kampung.
Masih kata Joko, saya bersama masyarakat akan memikirkan bersama tentang bagaimana yang terbaik untuk kampung. Banyak SDM kita yang punya wawasan. Dengan begitu bisa diminta ilmunya sesuai dengan ilmunya.
Ditanya seberapa besar keyakinan menang dalam pemilihan kepala Kampung, Joko meyakini 70 persen. Joko mengatakan, sebagai warga asli kampung, dia mempersilahkan masyarakat untuk menentukan pilihan.
Diantara calon lainnya, Joko menyebut semua calon adalah lawan yang berat. Karena semua memiliki kelebihan masing-masing. Tapi dia sempat menyebut nama seorang bakal calon yang belum lama pulang kampung.
Semua bakal calon mempunyai kelebihan masing-masing. Tetapi semua sama-sama ingin membangun Kampung Purnama Tunggal, dan semua adalah warga asli keturunan transmigran Angkatan Darat. Kembali lagi kepada masyarakat, untuk menentukan siapa yang paling cakap memimpin kampung selama 6 tahun kedepan. (Willy Dirgantara)







