Langkat (Matarajawali.id)- Keluhan warga Garunggang kecamatan kuala serta Desa Telagah, Desa Rumah Galuh, dan Desa Simpang Kuta Buluh kecamatan sei. Bingai Kabupten Langkat (Sumut) yang airnya tidak lancar bahkan seperti di jatah dan tidak ada memakai meteran air kecuali wajib membayar beban biaya bulanan sebesar Rp. 50.000 serta tidak melayani untuk pemasangan pelanggan baru akhirnya terjawab.
kamis (19/5/2022)
Kepala PDAM Tirta Wampu Herman Sukendar kepada wartawan mengatakan, Jika permasalahan keluhan warga tersebut sudah terjadi sejak lama.
Hal tersebut di sebabkan banyaknya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang selalu melakukan perusakan aset jalur pipa PDAM sehingga menyebabkan terkendalanya penanganan kelancaran pendistribusian air.
Dikatakan lagi, jika untuk Desa telagah pihak PDAM Tirta Wampu tidak ada melakukan pengutipan biaya uang pelayanan air kecuali untuk Desa lainnya di akui ada pengutipan biaya bulanan sebesar Rp. 50.000.
Tidak adanya meteran air di jelaskan Herman Sukendar, jika seluruh desa tersebut memang tidak ada satupun meteran di pasang untuk meringankan biaya warga pelanggan. karna jika terpasang meteran air pastinya setiap bulannya pelanggan harus membayar Rp.100.000 an lebih. ujarnya
Di jelaskan lagi, jika untuk pelayanan pelanggan baru memang pihak PDAM tidak melayani karna beralasan pelayanan yang saat ini aja masih banyak permasalah jadi dengan menambah pelanggan baru tentunya akan menambah masalah yang mengeluh.
Rencananya untuk tahun 2022 akan mengucur Dana Alokasi Khusus sebesar Rp. 1.300.000.000 untuk pemasanganjalur pipa baru distribusi pelayanan air di unit Rumah Galoh untuk itu di harapkan agar masyarakat sama-sama menjaga agar tidak ada lagi tangan-tangan usil yang merusak aset kepentingan warga. ujar nya mengakhiri
Di tempat terpisah seorang warga yang tidak ingin namanya disebutkan mengatakan jika jawaban Kepala PDAM Tirta Wampu hanya akal-akan saja atas ketidak mampuan beliau memimpin. ujar warga penuh kesal karna distribusi air yang sampai ke rumahnya hanya satu jam setiap harinya dan itupun tersendat-sendat keluarnya.
Kepala Bidang Investigasi Lembaga Pemerhati Pemantau Pembangunan Sumatera Utara (LP3-SU) Putra Suwandi ketika diminta wartawan untuk tanggapannya langsung angkat bicara berharap agar Plt Bupati Langkat melakukan evaluasi dan mengkaji ulang mengenai hasil seleksi pengangkatan Direktur PDAM Tirta Wampu. katanya
Di tambahkan lagi, pihaknya saat ini lagi mengumpulkan bukti -bukti pengelolaan Dana Alokasi Khusus sekolah (DAK) kecamatan secanggang tahun 2021 yang di duga ada keterkaitan dengan oknum petinggi di PDAM Tirta Wampu Langkat.
ujar putra menutup kata.(Rtar)







