Kodi Bangedo (matarawali.id)- Awal Bulan April sampai pertengahan di Tahun 2022 seorang pemuda dari Kampung Besar Rangga Baki, Desa Rada Malando, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya, mengemparkan masyarakat lantaran akan menikahi seorang gadis siluman buaya.
Rencana peminangan manusia dan buaya itu sesuai informasi yang berkembang dari mulut ke mulut hingga media sosial Facebook, WhatsApp, YouTube dan Instagram akan berlangsung pada hari Kamis, tanggal (20/4/2022) kemarin di muara Pantai Rate Nggaro.
Dan tepat pada tanggal (20/4/2022) yang dijadwalkan, masyarakat berbondong-bondong ke daerah tersebut, namun cerita peminangan itu hanyalah omomgan belakang sekedar informasi yang tidak benar.
Entah siapa yang menjadi aktor dari kisah pembohongan itu, belum diketahui sampai saat ini.
Dari informasi yang dihimpun media matarajawali.id, kisah pernikahan manusia dan buaya itu, viral setelah seorang pemuda bermimpi.Yang dalam mimpinya pemuda akan melangsungkan pernikahan bersama gadis siluman buaya pada tanggal (20/4/2022).
Pemuda yang disebutkan bermimpi itu, sedang berada di Pulau Jawa untuk mengenyam pendidikan disalah-satu universitas swasta.
Dari mimpi yang disebutkan menjadi semakin viral setelah banyak orang berasumsi bahwa peminangan itu dianggap sebagai jalan manusia dan buaya kembali mempererat hubungan.

Dimana menurut cerita rakyat pada zaman nenek moyang, masyarakat sekitar pernah terjadi pernikahan seorang gadis cantik asal Kampung Besar Pakare dan seekor siluman buaya yang menjelma menjadi pria tampan.
Karena sistem adat masyarakat Kodi, istri harus mengikuti sistem kekerabatan suami (patrilineal) maka gadis tersebut berubah menjadi gurita. Kisah masa lalu ini mungkin saja benar dan mungkin saja salah.
Terkait informasi yang baru -baru ini viral semua murni sebagai pembohongan publik.
Setelah matarajawali.id ini berhasil menelusuri secara virtual dan menemukannya, ternyata pemuda itu adalah Siprianus Ndara Bolu dan saat ini berada di Kota Malang, Jawa Timur mengenyam pendidikan di Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI), Prodi PSGD, Semester empat.
Sipri mengaku bahwa dirinya sama sekali tidak pernah tahu tentang informasi pernikahnya dengan gadis siluman buaya.
“kaget saja beredar bahwa dirinya akan menikah dengan seekor buaya. Dan iapun mengira yang mereka sebutkan itu bukan dirinya melainkan orang lain. Tetapi setelah saya telusuri isu yang beredar, malah yang dimaksudkan oleh mereka adalah saya,”ujarnya.
Berita atau informasi publik yang terlanjur viral itu, dirinya tidak pernah bermimpi seperti yang disebutkan oleh publik, bahwa dirinya akan menikahi seekor buaya.
Lebih lanjut, iamengaku setelah menyimak video yang beredar di sosmed yang diupload oleh Channel Youtube dari (MARCO CHANNEL) dirinya merasa sangat terpukul, karena menyebut dirinya bahkan nama keluarga dan kampung adat serta nama kampus tempat ia mengeyam pendidikan.
“Padahal berita itu merujuk pada menghakimi tanpa bukti. Dan seolah dibenarkan sementara hanyalah mengarang dan informasi bohong saja,”ujarnya.
Dan kejadian ini, benar-benar membuat studinya terganggu, selain itu juga telah mencemarkan nama baik keluarga serta kampung besar.
Disamping itu juga, selaku Koordinator Lembaga Adat Rate Nggaro, Desa Maliti Bondo Ate yang juga merupakan Admin dan Koordinator Destinasi Wisata Mata Ipu, Desa Umbu Ngedo, Kecamatan Kodi Bangedo angkat bicara dengan adanya berita tidak benar itu yang disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab dan mengakibatkan nama baik dari beberapa kampung besar menjadi tidak baik, kami dianggap telah melakukan pembohongan belaka,”jelasnya.
“Padahal kami tidak pernah tahu soal berita bohong itu. Juga secara sosial budaya seolah-olah dari kami sepuluh kampung besar yang secara bergerilya membuat kebohongan,” jelasnya
Karena sudah berada didalam wilayah Pawungo. Oleh karena itu kami simpulkan bahwa yang menyebarkan luaskan hoax itu merupakan provokator sejarah yang ingin menggali sejarah dengan cara yang tidak beretika.
“Dari peristiwa itu, banyak yang menjadi korban pembohongan. Karena belum mampu memilah dan mengelola isu yang baik dan benar,”ujarnya.
Sementara kita tidak pernah sadari, beberapa bulan terkahir di tahun 2022 sudah lima orang yang meninggal akibat di mangsanya buaya,”tutupnya.
Sebagai informasi dan himbauan untuk seluruh masyarakat, baik yang mendengar maupun yang menjadi korban pembohongan serta aktor dari berita yang sempat viral itu tentang peminangan manusia dan buaya, jangan dipercaya atau disebarluaskan sebab itu hanyalah hoax,” pesan Sipri.
Jurnalis~”Rovyn Tenge”







