Pemalang (matarajawali.id)- Keberadaan sebuah taman diperuntukan sebagai Public area , tempat membuang segala kepenatan serta cuci mata, buat terapy kesehatan masyarakat. Sudah barang tentu Pepohonan nan rindang, dihiasi dengan aneka bunga warna warni,serta tempat duduk nyaman dan bersih, menjadi syarat yang mutlak,sebgai konsep sebuah taman.
Berbeda dengan Pemandangan yang ada di Taman Mochtar, taman kota yang berada di jantung kota Pemalang, berada tepat di depan stadion olah raga yang megah Kondisi nya sangat memprihatinkan, betapa tidak Taman yang terhitung baru dibuat beberapa tahun yang lalu, terlihat tak enak dipandang lantaran sampah berserakan di seluruh area taman, nyaris menutup seluruh destinasi wisata mini,yang di harapkan menjadi tempat santai kalua muda dan tua di kala panas menyengat pada siang hari. rerimbunan pohon yang sangat apik dan adem ini, tidak di imbangi dengan upaya kebersihan dari Dinas terkait.
Menurut keterangan Melani, penghuni ruko depan Taman Mochtar, dari Dinas perumahan dan pemukiman yang menaungi urusan taman, jarang orang dari dinas membersihkan taman tersebut, bahkan sudah lama lampu taman mati, sehingga malam seperti kuburan.
” Kalau listrik taman pakai Token pengisian dayanya makanya mati lampunya seperti kuburan,” jelasnya
Hal senada juga dibenarkan oleh Iwan pemilik ruko di kawasan taman tersebut, hampir dua tahun , tidak ada upaya merawat kebersihan taman, yang ada kerja bakti warga sekitar penghuni taman, dengan kesadaran sendiri.
Ketika
Sepanjang pantaun awak media,jika siang taman mochtar ini , di jadikan tampat berkumpul nya anak Punk dari berbagai daerah,yang mana keadaan ini , menjadikan potensi Rawan sosial dan perbuatan mesum.
Kepala Bidang Disperkim Muhammad Untung , sudah dua kali di temui awak media, akan tetapi yang bersangkutan tidak bisa menemui karena sedang Rapat , sedang kan pejabat sebelumnya, pada bidang yang sama , pernah berjanji akan segera di tindak lanjuti masalah sampah dan listrik yang mati di Taman tersebut. Sampai berita ini diterbitkan , belum ada keterangan dari Kabid permukiman dan kawasan Disperkim. Padahal kerawan sosial dan kumuh nya, Taman kebanggaan masyarakat Kota Grombyang ini sangat di tunggu penangananya oleh masyarakat. (Ragil 74).







