METRO (matarajawali id) – Wali Kota Wahdi mengaku pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah diutamakan kepada siswa yang telah vaksin dua kali.
“Kita ini level 3 karena angka bed occupancy rate (BOR) itu meningkat. Karena RSUD Ahmad Yani kita itu merupakan rumah sakit penyangga atau rujukan bagi daerah lain. Jadi banyak pasien berasal dari luar Metro,” ujarnya, Rabu (2/3/2022).
Dijelaskannya, pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 ditetapkan pemerintah pusat. Adapun aturan tak jauh berbeda dengan kebijakan sebelumnya. Sementara untuk PTM terbatas tetap dilakukan dengan kapasitas maksimal hanya 50 persen dari ruang kelas.
“Dan ini diutamakan bagi siswa yang sudah dua kali melakukan vaksin. Jadi supaya kita melindungi anak-anak kita. Pertama kasus pada anak dan kedua ibu hamil ini banyak. Saya selalu pantau terus melalui tim olah data. Untuk siswa yang belum vaksin, itu kan ada satgas di sekolah,” ungkapnya kepada Tribun Lampung.
Sementara untuk tempat umum atau usaha beserta masyarakat, ia menekankan, untuk selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes). Pun demikian dengan kegiatan masyarakat lainnya agar selalu mengikuti 5M.
Wahdi mengaku, Metro merupakan daerah dengan capaian vaksinasi tertinggi di Lampung. Karena itu yang harus terus diingatkan terus menerus adalah ketaatan pada prokes. Sehingga PPKM bisa kembali menurun dan kembali fokus pada peningkatan ekonomi.
Berdasarkan Intruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 14 tahun 2022, penerapan PPKM level 3 di luar Jawa Bali berlaku sejak 1 hingga 14 Maret 2022. (ars)







