Lampung Tengah (matarajawali.id)- Bertujuan membiasakan para siswa Sekolah Menengah Pertama NegeriĀ (SMPN) 06 Terbanggi Besar di wajibkan membaca kitab suci sebelum melakukan Kegiatan Belajar mengajar (KBM).
Kepala SMPN 06 Kecamatan Terbanggi Besar Hety Mardianti, S.Pd menuturkan, kegiatan membaca kitab suci rutin dilakukan setiap hari. Kegiatan itu wajib diikuti oleh seluruh siswa didik.
Ditemui disela-sela kesibukannya, Rabu (02/03/2022) Hety menjelaskan, kegiatan membaca kitab suci bertujuan untuk membiasakan siswa didik membaca kitab suci. Diharapkan para siswa didik terbiasa membaca kitab sesuai dengan agama yang dianut.
Menurut Hety, kegiatan membaca kitab suci sebenarnya merupakan kegiatan yang sudah lama dilakukan beberapa tahun silam. Tapi sempat terhenti beberapa waktu. Sejak Januari Tahun 2022 kegiatan kembali dilakukan.
“Tapi dulu kegiatan membaca kita suci hanya dilakukan 1 hari dalam seminggu. Yaitu di hari Jum”at saja,” ujar Hety.
Para siswa didik dibimbing oleh guru sesuai dengan agama yang dianut. Ada juga dari pihak luar sekolah, tapi berdasarkan rekomendasi guru agama setempat. Kegiatan dimulai sejak pukul 8 hingga 8.30 wib. Atau sebelum kegiatan belajar mengajar.
Masih kata Hety, untuk siswa yang beragama Islam, disesuaikan dengan kemampuan membacanya. Misalkan siswa didik baru mampu membaca Iqro, maka yang dibaca adalah buku Iqro.
“Untuk siswa yang sudah bisa membaca kitab suci Al Qur’an, yang dibaca adalah kita suci Al Qur’an dari Juz 1 dan seterusnya,” jelas Hety.
Khusus siswa yang bergama Hindu, kegiatan membaca kitab suci digelar seminggu sekali. Sebab jumlah siswa beragama Hindu di SMPN 06 Terbanggi Besar tidak banyak. Dan pembimbing berasal dari pihak luar sekolah, yang punya waktu terbatas.
DIAPRESIASI ELEMEN MASYARAKAT
Ditempat terpisah, penggiat masalah sosial dan kemasyarakatan Ahmat Basuri mengungkapkan apresiasinya kepada pihak SMPN 06 Kecamatan Terbanggi Besar. Karena sekolah tersebut tidak hanya mendidik siswa dari sisi akademik, tapi juga mendekatkan kepada agama masing-masing.
Dikatakan ketua LSM Gerakan Masyarakat Cinta Tanah Air (GMCTA) Kabupaten Lampung Tengah ini, kegiatan membaca kitab suci mendorong siswa untuk belajar agamanya. Input yang dihasilkan, bisa meningkatkan mentalitas dan moralitas ke arah yang positif.
“Mendidik secara akademik tanpa diimbangi oleh ketaqwaan kepada Sang Pencipta, hanya menghasilkan generasi yang minim moral,” ujar Basuri, saat ditemui di sekretariat LSM GMCTA di Kelurahan Bandar Jaya Timur.
Basuri menyatakan dukungannya kepada kegiatan membaca kitab suci seperti yang dilakukan oleh SMPN 06 Kecamatan Terbanggi Besar. Diharapkan kegiatan positif ini dicontoh oleh sekolah lainnya. (Willy Dirgantara)







