Pemalang (matarajawali.id)- Guna mengatasi anak putus sekolah dalam usia produktif gerakan Njuh sekolah maning” (ayo sekolah lagi ) Komunitas masyarakat peduli pendidikan, (KMPP) Kabupaten Pemalang, blusukan menyambangi 5 desa yang ada di Kabupaten Pesisir Laut pulau jawa, guna mendata anak putus sekolah dan yang belum mengeyam pendidikan sekolah sama sekali.
Dijelaskan Ketua Komunitas masyarakat peduli pendidikan ,Ikmaludin aziz dari hasil survey di 5 desa, di temukan ada 184 anak tak sekolah atau putus sekolah, bahkan ada anak usia sekolah namun belum pernah mengenyam bangku pendidikan sama sekali, di antara nya karena alasan kesehatan mental, sehingga belum bisa bersekolah.
” Dari data 184 anak tidak sekolah , akan kita edukasi untuk bisa masuk sekolah formal, atau nanti kita tawarkan untuk belajar, di pusat kegiatan belajar mengajar ( PKBM ) , yang tersebar di 14 kecamatan yang ada di kabupaten Pemalang,”
Lebih lanjut, nanti nya program Pengentasan pendidikan ini, akan dilaksanakan di 25 desa yang ada di kabupaten pemalang, sementara di “Kota pusere jawa ” ini ada 222 desa plus satu desa pemekaran, berarti baru sekitar 9 % target yang akan di bidik oleh KMPP, yang di ketua oleh mantan anggota dewan dari Fraksi Pendidikan.
Sementara itu Musiyam Kepala Desa (Kades) Si Temu , Kecamatan Taman merasa terbantu dengan kegiatan “Njuh sekolah making” karena dirinya jadi tahu, data yang sebenarnya di desa yang di pimpin nya , berapa jumlah anak usia potensial yang tidak bersekolah.
” Ada sekitar 38 anak tidak sekolah di desa nya , yang sebagian sudah di salurkan hak pendidikannya ke pusat kegiatan belajar mengajar (PKBM ), dan sebagian juga mendapatkan beasiswa dari sebuah Yayasan pendidikan, yaitu Bahagia Berbagi Pendidikan ( BBI ), guna melanjutkan pendidikan nya yang kemarin tertunda.(Ragil74)







