
Kecamatan Kodi (matarajawali.id)- Kepala Sekolah (Kepsek) Dasar Negeri (SDN) Patuku, Bernardus Tamo Ama, S,Pd menggelar rapat dewan komite bersama wali murid penerima Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2021.
Rapat tersebut digelar di Aula SDN Patuku, Desa Homba Rande, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Jumat 7/10/22 sekitar pukul 09.00 WITA.
Adapun yang ikut hadir dalam kesempatan itu, sekitar 60 perwakilan orangtua murid penerima bantuan PIP dari 3 dusun dan satu orang perwakilan guru dari SMP Negeri 2 Patuku, Lukas Lere Pandi, A, MA serta tokoh muda, tokoh masyarakat dan insan pers.
Sebelum menyampaikan tujuan dilakukannya rapat komite Kepsek SDN Patuku, Bernardus Tamo Ama, S,Pd, dirinya terlebih dahulu menjelaskan secara singkat bahwa program Program Indonesia Pintar (PIP) ini merupakan bantuan berupa uang tunai, perluasan akses, dan kesempatan belajar dari pemerintah kepada anak dari keluarga kurang mampu yang masih duduk di bangku SD, SMP, dan SMA/SMK sederajat.
Dan tujuan kita lakukan rapat dewan komite hari ini untuk menyamakan persepsi dan informasi karena nama yang diusulkan ke Kemdikbud melalui dapodik sekolah SDN Patuku berjumlah 285 siswa.
Tetapi nama yang layak menerima dana bantuan PIP tahun 2021 sesuai data dari Kemdikbud ada 184 siswa, sedangkan sisa ada 101 siswa namun yang tertera sesuai dibuku rekening saldonya kosong,”jelasnya.
Perlu juga kita ketahui bersama dari data 184 siswa yang layak menerima program tersebut selain siswa-siswi SDN Patuku yang berjumlah 131 orang mulai dari kelas tiga sampai kelas enam berjumlah 131 orang.
Ada juga siswa dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Patuku, dimana kelas satu berjumlah 23 orang dan kelas dua ada 25 orang serta kelas tiga 5 orang, maka keseluruhan penerima dana PIP tahun 2021 di SMP N 2 Patuku berjumlah 53 orang.
Ia juga menyampaikan kepada orangtua murid bahwa dari data 101 anak yang saldonya kosong dibuku rekening, sesuai pernyataan dari pihak Bank BRI kemungkinan itu kesalahan di Nomor Induk Keluarga karena belum lengkap, selain itu juga karena kesalahan dari operator sekolah,”jelasnya.
Namun pihaknya akan berusaha memperbaiki data yang salah dari 101 anak yang saldonya kosong sehingga di tahun 2022 ini mereka boleh memperolehnya.
“Kebetulan juga dari tanggal 1 Januari tahun 2022 saya sudah menggantikan operator yang baru, sehingga di tahun tahun 2022 ini semua nama bisa terkaver.
Sedangkan hari pembagian atau penyaluran dana PIP tahun 2021 sesuai hasil kesepakatan dalam rapat dewan komite bersama orangtua murid, akan dilaksanakan pada hari Selasa, 11/10/2022 sekitar pukul 08.30 WITA.
Selain itu juga hasil kesepakatan, buku rekening khusus untuk siswa SMP yang berjumlah 53 anak akan dibagikan bersama uangnya, sedangkan untuk SD berjumlah 131 anak hanya pembagian uangnya sementara buku rekening orangtua siswa tetap percayakan ditangan pihak sekolah.
Disamping itu juga selaku perwakilan dari orangtua penerima program Indonesia pintar (PIP), Robertus Rehi Billa menyampaikan secara singkat bahwa sangat bersyukur pihak sekolah sudah berusaha mengurusnya, tetapi jika yang lain masih ada yang saldonya kosong dibuku rekeningnya sesuai penyampaian bapak kepsek, kita kembalikan kepada pihak sekolah baik kepsek maupun operator agar mengurusnya,”pungkasnya.
Jurnalis~”Rovyn Tenge”






