Pasuruan (matarajawali.id)- Hermansyah (37) pengusaha dompet kulit asli dengan brand Benefecia Leather ini mampu menjangkau luar kota dan luar pulau dengan penjualan online, walaupun usahanya baru 1,5 tahun. berikut cara memebedakan produk kulit asli dan imitasi.
“Karena dulu saya orang awam, dari dulu diajarin pengrajin itu ya dibakar, dibakar beberapa detik atau menit itu kelihatan. Kalau imitasi gak hitungan menit itu mengkerut pasti berubah. Kalau kulit asli dibakar itu panasnya ada cuma gak akan ngerusak, tapi bagaimanapun besipun kalau dibakar lama ya hancur. Cuma untuk membedakan cara orang awam, paling awam itu dibakar. Kedua bau, imitasi itu pasti baunya, bau silicon, bau karet, kalau kulit ya tetap bau kulit.” Jelasnya.
Produk-produk kulit ini sebenarnya banyak menurut Hermansyah, cuma ia lebih fokus pada accessories.
“Gantungan kunci mobil, gantungan kunci motor, tempat HP, yang tas lebih ke anak muda waitsbag, tas dada. Kalau untuk tas kerja selama ini request, jadi orang pesan baru kita buatin, misal tas laptop.” Imbuhnya.
Dalam menghadapi PPKM Hermansyah banyak memanfaatkan penjualan online.
“Online, selama ini awal-awal PPKM terasa, saya ndak bisa jual secara offline. Tapi sekarang banyak media ada instagram, facebook, whatsApp, segala macam kita manfaatin. Kalau kendala di produksi kadang barang tidak ada. Kalau pemasaran alhamdulillah orang tahu barang kulit ini barang kuat, barang awet, jadi apapun orang ingin pakai kulit meningkatkan stilys, kalau pakai kulit itu pasti beda,” tutupnya.
Sementara itu seorang pelanggan yang sudah repeat order menyatakan bahwa produk memang sesuai.
“Bagus bro, dijamin kulit asli, harga murah, yang dibeli masih tas ransel, tas selempang, menyusul jaket kulit.” Jelas Arif Adi Praja, SH pemilik Cekli Printing Bangil memberikan kesaksiannya. (mbah erqin)







