
Kodi Utara (matarajawali.id)- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPD) Fraksi Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Kristoforus kura bersama Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Barat Daya menyerahkan 11 Ekor ternak kuda kepada kelompok Tana Nyale, Desa Kori, Kecamatan Kodi Utara, Senin 13 Desember 2021.
Bantuan tersebut merupakan pokok pikiran (pokir) Anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) dan aspirasi dari masyarakat yang dititipkan melalui anggota Dewan dan di perjuangkan pada pembahasan RAPBD tahun 2021.
Dijelaskan anggota DPRD Fraksi Partai Persatuan Indonesia (perindo) SBD, Kristoforus Kura perlu diketahui program pengembangan kuda pasola ini merupakan perjuangan melalui pokok pikiran (pokir) lembaga DPRD demi mendukung
program visi dan misi pemerintah daerah (Pemda) dimana menjadikan Desa pariwisata.
“Populasi ternak kuda di Kabupaten SBD saat ini terlihat sudah sangat berkurang, sementara kebutuhan sangat potensial sekali dalam kegiatan budaya baik itu untuk kebutuhan pacuan kuda Pasola serta mahar dalam perkawinan adat serta keperluan adat lainnya,” kata dia
Lebih lanjut, jadi lewat bantuan dari pemerintah, populasi kuda di SBD diharap semakin berkembang, demi menjaga dan mempertahankan kelestarian budaya khususnya orang kodi.
“Disisi lain juga, dapat mendukung untuk perkembangan Desa Wisata, seperti event budaya Pasola,”ujarnya.
Dirinya juga mengatakan, sebelum penyerahan ternak kuda kepada Kelompok Tana Nyale, pihak dinas peternakan terlebih dahulu melakukan pengecapan kuda di paha kana dengan logo ‘SBD,”ungkapnya.
Kelompok Tana Nyale beranggotakan 20 orang dan ternak kuda yang siap dibagikan ada 11 ekor, dari 11 ekor ternak kuda, ada 10 ekor kuda betina dan 1 ekor kuda jantan.
“Sedangkan cara membagikan ternak tersebut dalam kelompok, setiap 2 orang anggota kelompok 1 ekor ternak kuda betina sedangkan 1 ekor kuda jantan dikoordinir oleh ketua kelompok,”jelasnya.
Dan cara memelihara ternak tersebut, setiap 2 orang anggota kelompok, dari pemegang pertama, jika ternaknya sudah beranak, induknya pindah tangan ke orang kedua demikianpun sampai pada masa dimana ternak tersebut, sudah tidak produktif lagi.
“Jika ternak tersebut tidak produktif lagi, pihaknya akan mengkoordinasikan dengan pemerintah untuk mencarikan yang produktif,”imbuhnya
Disamping itu juga, ternak kuda tidak hanya pada kebutuhan budaya saja, tetapi jika dipelihara dan dikelola dengan baik, besar kemungkinan bisa membantu mengubah pola hidup serta dapat memperbaiki ekonomi rumah tangga dan keluarga, jadi silakan dipelihara sebaik mungkin apa yang menjadi berkat dari pemerintah,”tutupnya.
Pada kesempatan itu juga, selaku Ketua kelompok Tana Nyale, Agustinus Ndara Mone, mengatakan kami atas nama kelompok Tana Nyale siap memelihara dan memanfaatkan ternak kuda dengan baik.
Lewat kesempatan ini juga, kami kelompok Tana Nyale mengucapkan limpah terimakasih kepada pemerintah dan anggota DPRD Fraksi Partai Persatuan Indonesia (Perindo) yang telah memberikan bantuan ini.
“Ia juga berpesan kepada pemerintah SBD dan lembaga DPRD, agar kedepannya semakin banyak lagi kelompok yang memperoleh bantuan tersebut, mengingat ternak kuda di SBD saat ini sudah sangat berkurang terlebih khusus kuda pacu pada musim Pasola,”pungkasnya.
Jurnalis~”Rovyn Tenge”






