Lampung Tengah (matarajawali.id)- Sebanyak 490 orang Aparatur Sipil Negara Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah menempati posisi jabatan baru. Pelantikan dan ikrar sumpah jabatan dipimpin oleh Bupati Kabupaten Lampung Tengah Musa Ahmad. Pemilihan dan penempatan pejabat ini dinilai elemen masyarakat cukup fair.
Pelantikan dan ikrar sumpah jabatan digelar di gedung Sesat Agung Nuwo Balak, Senin (04/10/2021). Hadir dalam acara tersebut unsur Forkopimda, Wakil Bupati Ardito Wijaya, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Tengah, Sejumlah Kepala Perangkat Daerah, Ketua TP PKK Mardiana Musa Ahmad, Ketua Dharmawanita dan para tamu undangan.
Demi mentaati protokol kesehatan, acara di bagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama digelar pada pukul 09.00 WIB dan sesi kedua pada pukul 13.30 WIB. 490 orang pejabat yang dilantik terdiri dari 7 orang pejabat Eselon II, 186 orang pejabat Eselon II dan 297 orang pejabat Eselon IV. Acara berlangsung dengan khidmat dan lancar.
Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad dalam arahannya mengucapkan selamat atas jabatan yang diemban saat ini. Dengan mengemban amanah yang baru diharapkan, para pejabat yang telah dilantik bisa segera bergerak melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Sehingga masyarakat Lampung Tengah bisa sejahtera.
“Dalam Pelantikan ini tidak ada jual beli jabatan, dan Tim dari Baperjakat Lampung Tengah menilai dan menempatkan jabatan sesuai dengan bidang dan kemampuan masing – masing,” tegas Musa.
CUKUP FAIR
Penggiat Sosial Kemasyarakatan Ahmat Basuri yang hadir di lokasi pelantikan menilai, pemilihan orang-orang yang ditempatkan di sejumlah jabatan tersebut cukup fair. Penilaian Basuri didasarkan kepada sejumlah figur yang pernah disebut-sebut berafiliasi kepada pejabat sebelumnya.
Menurut Basuri, loyalitas seorang pejabat karir dalam pemerintahan kepada kepala daerah merupakan hal yang wajar bahkan wajib. Saat kepala daerah berganti, loyalitas juga berpindah kepada kepala daerah baru. Kepala daerah yang baru jangan sampai memendam dendam politik. Dengan melihat seseorang dari backgroud afiliasinya ketika Pilkada.
“Sikap dewasa dan objektif ditunjukkan oleh Bupati Musa dengan mengkesampingkan afliasi politik seseorang, sebagai latar belakang penilaian,” ujar Ahmat Basuri.
Ketua LSM Gerakan Masyarakat Cinta Tanah Air (GMCTA) Kabupaten Lampung Tengah ini melanjutkan, masa 8 bulan setelah menjabat sebagai kepala daerah, Musa saya yakini sudah mengantongi nama-nama figur yang dianggap mampu dan cocok untuk menempati jabatan tertentu. Peran elemen masyarakat dan media untuk berkontribusi dalam menilai kinerja pejabat cukup signifikan selain peran Baperjakat sebagai subjek utama.
“Musa dan Ardito Wijaya mendobrak stigma, bahwa kepala daerah yang baru selalu “membuang” orang-orang yang berafiliasi kepada kepala daerah yang lama. Pelantikan ini menjadi bukti yang kongkrit, bahwa Musa sangat objektif dan dewasa,” tegas Ahmat Basuri.
Kepada seluruh pejabat yang baru dilantik, Ahmat Basuri mengucapkan selamat bertugas. Basuri berharap, para pejabat bisa bekerja sesuai dengan visi dan misi Bupati Musa dan Wakil Bupati Ardito Wijaya.
Dikatakan Ahmat Basuri, kontribusi elemen masyarakat dan Pers dalam mengkritisi kinerja pejabat turut memberikan andil dalam pembangunan. Pejabat juga harus peka dan tidak anti kritik. Karena kritik merupakan sarana pengingat dan kontrol yang diperlukan dalam meningkatkan kinerja.
“Selama kritik itu bersifat membangun dan tidak menyerang pribadi, pejabat tidak perlu gerah apalagi over reachtion,” pungkas Basuri.
(Willy Dirgantara)







